<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kereta Api Model &#187; Modeling</title>
	<atom:link href="http://www.keretamodel.com/tag/modeling/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.keretamodel.com</link>
	<description>Penggemar Kereta Api Model Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Jul 2009 04:03:05 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.5</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Modifikasi U20C Frateschi menjadi Loko CC201</title>
		<link>http://www.keretamodel.com/modifikasi-u20c-frateschi-menjadi-loko-cc201/</link>
		<comments>http://www.keretamodel.com/modifikasi-u20c-frateschi-menjadi-loko-cc201/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Apr 2008 11:28:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hedwig™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Frateschi]]></category>
		<category><![CDATA[Modifikasi]]></category>
		<category><![CDATA[cc201]]></category>
		<category><![CDATA[lokomotive]]></category>
		<category><![CDATA[miniatur kereta api]]></category>
		<category><![CDATA[Modeling]]></category>
		<category><![CDATA[u20c]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.keretamodel.com/?p=37</guid>
		<description><![CDATA[
Artikel oleh Indra Krishnamurti
Belakangan ini para penggemar model kereta api Indonesia cukup dimanjakan dengan adanya banyak model lokomotif yang bisa diadaptasikan menjadi model prototipe yang ada di Indonesia &#8211; dengan harga yang relatif murah! Ya, anda bisa mendapatkan sebuah model U20C dengan harga sekitar Rp. 500 ribu, atau model G12 (A-1-A) dengan harga sekitar Rp. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.keretamodel.com/wp-content/uploads/2008/03/kml_ido.jpg" alt="Indra Krishnamurti" width="112" height="153" /></p>
<p><em>Artikel oleh Indra Krishnamurti</em></p>
<p>Belakangan ini para penggemar model kereta api Indonesia cukup dimanjakan dengan adanya banyak model lokomotif yang bisa diadaptasikan menjadi model prototipe yang ada di Indonesia &#8211; dengan harga yang relatif murah! Ya, anda bisa mendapatkan sebuah model U20C dengan harga sekitar Rp. 500 ribu, atau model G12 (A-1-A) dengan harga sekitar Rp. 750 ribu. Jauh di bawah harga model Kato atau Atlas, yang masih memerlukan banyak modifikasi agar bisa menjadi mirip dengan prototipe lokomotif Indonesia.</p>
<p>Kali ini saya akan membahas modifikasi model U20C dari Frateschi menjadi CC201. Modifikasi yang saya lakukan ini sederhana dan memakan waktu hanya tiga-empat jam saja.<br />
Memang hasilnya tidak 100 persen akurat, tapi bisa dijamin bahwa semua penggemar kereta api Indonesia akan langsung bisa mengidentifikasi bahwa model yang barusan anda modifikasi ini adalah model CC201.</p>
<p align="center"><a title="U20C atau CC201" href="http://www.keretamodel.com/wp-content/uploads/2008/04/ido_u20c.jpg" rel="lightbox[37]"><img src="http://www.keretamodel.com/wp-content/uploads/2008/04/ido_u20c.jpg" alt="U20C atau CC201" /></a></p>
<p align="center">Dari kiri atas searah jarum jam: U20C yang tidak dimodifikasi, CC201, model U20C yang dicat PTKA tanpa diperpendek, artist impression of U20C yang diperpendek, CC201 putih.</p>
<p><span id="more-37"></span></p>
<p><strong>Modifikasi U20C menjadi CC201</strong></p>
<p>Kita mulai saja dengan bahan-bahan yang diperlukan:</p>
<ul>
<li>Model U20C buatan Frateschi, lebih baik versi undecorated/hitam (supaya anda tidak perlu mengupas catnya).</li>
<li>Potongan plastik PVC atau lembaran plastik lain yang serupa.</li>
<li>Universal drive shaft untuk G12 (spare part)</li>
</ul>
<p>Sederhana bukan? Berikut ini alat-alat yang diperlukan:</p>
<ul>
<li>Lem plastik Tamiya, lebih baik dengan tutup hijau.</li>
<li>Dempul plastik (putty) Tamiya.</li>
<li>Amplas no. 320, 400, 600 dan 1500.</li>
<li>Cutter besar dan kecil.</li>
<li>Gergaji dengan mata yang halus/hacksaw.</li>
<li>Lem Castol/Aica Aibon.</li>
<li>Lem superglue/CA/Alteco</li>
</ul>
<p>Selanjutnya, untuk mengecat model ini yang diperlukan adalah:</p>
<ul>
<li>Cat semprot Pylox dan Tamiya, warna merah/biru, krem/hijau, putih/biru muda/biru, oranye dll. tergantung warna yang diinginkan.</li>
<li>Kuas cat.</li>
<li>Thinner Impala dan thinner Gunze.</li>
<li>Decal lokomotif Indonesia (dijual di hobby shop)</li>
</ul>
<p>Dan selalu sediakan kotak P3K, kadang kecelakaan dapat terjadi saat kita terlalu asyik mengoprek model-model ini.</p>
<p><strong>Cara Membuat</strong></p>
<ul>
<li>Bongkar model lokomotif dengan merenggangkan bodi di atas tangki BBM, untuk memisahkan body shell dengan chassis. Lepaskan kabin lokomotif, lepaskan pula komponen transparan untuk lampu belakang, dan sisihkan. Lepaskan pula ballast di ujung-ujung body shell.</li>
<li>Dengan hati-hati lepaskan bagian walkway/dummy chassis dari body shell. Ada kemungkinan bahwa bagian ini dilem dengan body shell, bila demikian, gunakan cutter kecil untuk memisahkan keduanya dengan hati-hati.</li>
<li>Gambar 1 menunjukkan samping kiri body shell U 20C yang sudah dilepas. Perhatikan bahwa ada enam pasang pintu di depan (sebelah kiri) bagian exhaust lokomotif (bagian dengan tangga). Ini letak perbedaan utama U20C Brasil dengan U18C (dan juga U20C Indonesia), yaitu mesin yang berbeda (FDL-12 dengan 12 silinder, dibandingkan FDL-8 dengan 8 silinder)</li>
</ul>
<p><a title="ido_u20c2.jpg" href="http://www.keretamodel.com/wp-content/uploads/2008/04/ido_u20c2.jpg" rel="lightbox[37]"></a></p>
<p style="text-align: center"><a title="ido_u20c2.jpg" href="http://www.keretamodel.com/wp-content/uploads/2008/04/ido_u20c2.jpg" rel="lightbox[37]"><img src="http://www.keretamodel.com/wp-content/uploads/2008/04/ido_u20c2.jpg" alt="ido_u20c2.jpg" width="437" height="96" /></a></p>
<p align="center">Gambar 1<br />
(Gambar oleh  M Alex Munarto, dimodifikasi oleh  Indra Krishnamurti)</p>
<ul>
<li>Potonglah body shell di tempat yang ditunjukkan dengan garis merah. Ketika memotong, ganjallah bagian dalam shell di tempat yang ditandai &#8220;A&#8221; dan &#8220;B&#8221; dengan kedua timah pemberat, agar mengurangi resiko patah. Mulailah dari sebelah bawah, dari masing-masing sisi, dan bertemu di bagian atap model.</li>
</ul>
<p><a title="Memotong body U20C" href="http://www.keretamodel.com/wp-content/uploads/2008/04/ido_u20c3.jpg" rel="lightbox[37]"></a></p>
<p style="text-align: center"><a title="Memotong body U20C" href="http://www.keretamodel.com/wp-content/uploads/2008/04/ido_u20c3.jpg" rel="lightbox[37]"><img src="http://www.keretamodel.com/wp-content/uploads/2008/04/ido_u20c3.jpg" alt="Memotong body U20C" width="321" height="321" /></a></p>
<p align="center">Gambar 2</p>
<p align="left">
<p align="left">
<ul>
<li>Anda sudah selesai menggergaji benda seharga Rp. 500 ribu. Selamat! Anda sudah tidak bisa kembali lagi. Anda harus melanjutkannya sampai selesai… Lihat gambar 2. Gunakan cutter untuk memotong sisa plastik sampai mendekati bagian yang ditandai dengan garis biru. Gunakan amplas yang diletakkan di atas permukaan yang datar, dan amplaslah kedua ujung body shell yang telah terpotong dengan hati-hati. Cobalah beberapa kali menempelkan kedua ujung tersebut untuk mengecek apakah keduanya sudah rata dan halus.</li>
</ul>
<p align="center"><a title="U20C" href="http://www.keretamodel.com/wp-content/uploads/2008/04/ido_u20c4.jpg" rel="lightbox[37]"><img src="http://www.keretamodel.com/wp-content/uploads/2008/04/ido_u20c4.jpg" alt="U20C" width="446" height="99" /></a><br />
Gambar 3<br />
(Gambar oleh  M Alex Munarto, dimodifikasi oleh  Indra Krishnamurti)</p>
<p align="left">
<p align="left">
<ul>
<li>Rekatkan kembali body shell. Gunakan potongan-potongan plastik PVC untuk memperkuat sambungan dari dalam. Gunakan juga dempul bila diperlukan.</li>
<li>Potonglah walkway/dummy chassis seperti body shell, tempelkan kembali walkway yang sudah dipotong.</li>
<li>Sekarang kita beralih ke chassis. Lepaskan motor, motor mounting dan ballast di tangki BBM. Ini juga kesempatan untuk mengganti motor, mengganti bohlam lampu dengan LED dan memasang dekoder DCC bila diinginkan.</li>
<li>Chassis U20C bentuknya merupakan kebalikan dari CC201 (back-to-front). Ini bisa diakali dengan mudah, cukup dengan menukar bogie depan ke belakang dan sebaliknya.</li>
</ul>
<p align="center"><a title="U20C" href="http://www.keretamodel.com/wp-content/uploads/2008/04/ido_u20c5.jpg" rel="lightbox[37]"><img src="http://www.keretamodel.com/wp-content/uploads/2008/04/ido_u20c5.jpg" alt="U20C" width="477" height="106" /></a></p>
<p align="center">Gambar 4<br />
(Gambar oleh  M Alex Munarto, dimodifikasi oleh  Indra Krishnamurti)</p>
<ul>
<li>Potonglah chassis ini di dekat bagian belakang (aslinya bagian depan) tangki BBM, amplaslah mengikuti garis biru seperti pada gambar 3. Tempelkan lagi. Pasanglah ballast yang sudah dipotong sehingga muat.</li>
<li>Pasanglah kembali motor di atas ballast. Untuk menempelkan motor, baliklah mounting, tempelkan di atas ballast dengan superglue. Selanjutnya motor bisa dipasang dengan lem Aibon.</li>
<li>Universal/drive shaft model ini tentu saja perlu dipendekkan, karena panjang chassis yang berubah. Gunakan satu drive shaft bawaan U20C, dan untuk satunya gunakan drive shaft untuk G12.</li>
</ul>
<p align="center"><a title="U20C setelah dipotong" href="http://www.keretamodel.com/wp-content/uploads/2008/04/ido_u20c6.jpg" rel="lightbox[37]"><img src="http://www.keretamodel.com/wp-content/uploads/2008/04/ido_u20c6.jpg" alt="U20C setelah dipotong" width="461" height="208" /></a></p>
<p>Gambar 5</p>
<ul>
<li>Rekatkan body shell dan chassis dengan lem plastik atau CA pilihan anda. Kini saat untuk mengecat model ini dengan warna pilihan anda.</li>
<li>Cat juga chassis dengan cat semprot Pylox warna hitam. Hati-hati jangan sampai mengecat roda, karena akan mengganggu kontak listrik.</li>
<li>Kembalikan body shell ke atas chassis. Gunakan lem Aibon bila anda hendak merekatkannya secara permanen, supaya bisa dilepaskan sewaktu-waktu diperlukan.</li>
<li>Tentunya sambil memotong model ini, anda bisa menambahkan detil tutup semboyan 26 dan 27, detil pijakan kabel MU, dan lain-lain. Gunakan foto-foto untuk mendapatkan informasi yang diperlukan.</li>
</ul>
<p><a title="U20C sebelum dan sesudah dipotong" href="http://www.keretamodel.com/wp-content/uploads/2008/04/ido_u20c7.jpg" rel="lightbox[37]"></a></p>
<p style="text-align: center"><a title="U20C sebelum dan sesudah dipotong" href="http://www.keretamodel.com/wp-content/uploads/2008/04/ido_u20c7.jpg" rel="lightbox[37]"><img src="http://www.keretamodel.com/wp-content/uploads/2008/04/ido_u20c7.jpg" alt="U20C sebelum dan sesudah dipotong" width="462" height="394" /></a></p>
<p>Dan berikut ini, hasil yang sudah jadi</p>
<p><a title="U20C became CC201" href="http://www.keretamodel.com/wp-content/uploads/2008/04/ido_u20c8.jpg" rel="lightbox[37]"></a></p>
<p style="text-align: center"><a title="U20C became CC201" href="http://www.keretamodel.com/wp-content/uploads/2008/04/ido_u20c8.jpg" rel="lightbox[37]"><img src="http://www.keretamodel.com/wp-content/uploads/2008/04/ido_u20c8.jpg" alt="U20C became CC201" width="483" height="411" /></a></p>
<p align="center">CC201 pesanan Sdr. Soni Gumilang</p>
<p align="left">
<p align="left">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.keretamodel.com/modifikasi-u20c-frateschi-menjadi-loko-cc201/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>44</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Maket dan KM&amp;L</title>
		<link>http://www.keretamodel.com/maket-dan-kml/</link>
		<comments>http://www.keretamodel.com/maket-dan-kml/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Apr 2008 07:31:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hedwig™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diorama]]></category>
		<category><![CDATA[Kereta Model]]></category>
		<category><![CDATA[KM&L]]></category>
		<category><![CDATA[Layout]]></category>
		<category><![CDATA[Maket]]></category>
		<category><![CDATA[Modeling]]></category>
		<category><![CDATA[Pemula]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.keretamodel.com/?p=32</guid>
		<description><![CDATA[
Artikel oleh Iwan D. Irawanto, Surabaya
Rekan pemula berkunjung. Ia baru saja memiliki startset Maerklin dijital. Loknya klas V100 dan sejumlah gerbong barang. Obrolan digelar. Inilah asyiknya kongkow dengan rekan sehobi. Dalam perbincangan, selalu  dan mestinya ada yang baru.
Ruang yang dimiliki, cukup untuk meja layout sekitar 2 X 2,5 meter. Kita gantian corat coret di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.keretamodel.com/wp-content/uploads/2008/04/mbahsepurs.jpg" alt="Iwan Mbah Spoor" /><br />
<em>Artikel oleh Iwan D. Irawanto, Surabaya</em></p>
<p>Rekan pemula berkunjung. Ia baru saja memiliki startset Maerklin dijital. Loknya klas V100 dan sejumlah gerbong barang. Obrolan digelar. Inilah asyiknya kongkow dengan rekan sehobi. Dalam perbincangan, selalu  dan mestinya ada yang baru.</p>
<p>Ruang yang dimiliki, cukup untuk meja layout sekitar 2 X 2,5 meter. Kita gantian corat coret di potongan kertas bekas. Dia pingin layout begini, saya usul begitu. Saling ngisi lah. Lalu, saya terpana dengan paparan rencana dioramanya. Di atas meja, akan digelar karpet hijau – laksana padang rumput. Track ditata di atasnya. “Bagus kan ?”, tukasnya.</p>
<blockquote><p>“Malah jelek banget”, kalimat ini, meluncur begitu saja dari mulut saya. Ia pun kaget. Bayangan diorama yang diangankan selama ini, terhapus begitu saja. Cepat dan bersih. Malah saya tambahi : “kalau itu yang Anda buat, akan menambah perbendaharaan layout jelek yang pernah saya lihat”.</p></blockquote>
<p>Gambaran rekan tadi, bagi saya <em>déjà vu</em>.<br />
Awal ngrintis hobi ini, rekan seangkatan nyuri start. Selagi saya masih bingung nyari2 referensi, ia sudah mbangun meja. Ukurannya 1,5 X 3,5 meter untuk skala N. Lembaran triplek ditata dan karpet hijau di gelar. Track dirangkai dan disusun. Track yang naik turun, ditopang tiang2 dan jembatan besi. Replika stasiun dan gedung2 diletakkan. Empat rangkaian dijalankan di jalur masing2. Bersilang arah…wuiih ramai. Setiap jalur, dikendalikan satu transformer. Murni boros enerji.</p>
<p>Konstruksi mejanya hebat. Sekelilingnya ditutup kaca. Di bagian2 tertentu, ada jendela2 kupu untuk perawatan. Selebihnya, dijamin bebas debu. Ia nggak sabar nunggu komentar : “bagus kan?!”. Saya nggak ngerti mau njawab apa ? Wong melangkah saja belum.<br />
Mahami relhobi masih bab satu – alias baru niatan. Titik beratnya kemana, juga bingung. Ke tehnik atau diorama ? Semua masih sebatas mata memandang pada gambar2 yang bisa saya kumpulin. Dan sepanjang saya tahu, perwujudannya nggak seperti ini. Toh, saya nyoba nyambung : “waah bagus…rapi sekali”. Hidung saya mekar…tanda berbohong…(kalau Pinokio molor). Mestinya, saya bilang yang jelek itu jelek dan baik itu baik. Yaaa…. kita ini lebih rikuh <em>pakewuh</em> ketimbang jujurnya.</p>
<p>Apa yang saya lihat, begitu jauh dari proses olah kreatifitas. Semua serba kaku. Menjadi benda mati dalam kotak kaca. Andai dibawah kereta modelnya diberi tulisan biography, persis artefak di museum. Kereta model yang ada, tidak bermakna lagi. Padahal, replika ini ‘hidup’. Mewakili sejarah peradaban dan obsesi kita sendiri.</p>
<p style="text-align: center"><img src="http://www.keretamodel.com/wp-content/uploads/2008/04/mbahspoor2.jpg" alt="Layout dan KM&amp;L" /></p>
<p>Saya yang sejak kecil kesengsem dengan steamlok, terbawa sampai sekarang. Kemana pun mata memandang gambar2 di buku katalog, baliknya nancep ke halaman steamlok. Ada memory yang telanjur nyangkut di situ…..Plus suasananya seperti yang pernah saya lihat di suatu masa. Malang sekitar ‘60an, di depan rumah ada jalur yang menghubungkan stasiun Blimbing ke Tumpang. Nggak salah ingat, loknya mirip klas 64. Nyeret gerbong penumpang dan barang. Isinya, pedagang hasil bumi. Yang diangkut ya gebokan daun pisang, ketela pohon dan lainnya. Saban lewat, saya nitip satu dua batang paku. Habis dilindas, jadilah keris atau pedang kecil….asyiik. Generasi muda, kecantol diesel dan elektriklok – bab model inilah yang dilihat sejak bayi procot….</p>
<blockquote><p>Mau nggak mau, suasana sekitar yang melatarbelakangi ikut kebawa. Keramaian di stasiun, kota, kontour alam, kesibukan di gudang barang dan lain sebagainya.</p></blockquote>
<p>Obsesi seperti inilah yang mendasari pengembangan hobi ini di mana pun. Menjadi pendorong berkekuatan besar bagi produsen kereta model dan aksesorinya. Mereka berlomba menjadi pencipta replika paling otentik. Roco yang pernah memperkecil skala gerbongnya menjadi 100, dimanfaatin Maerklin untuk nyerang balik dengan jargon baru : the real HO (87).<br />
Ke otentikan skala, membuat satu produsen unggul dan lainnya tumbang. Ketidakseriusan Lifelike pada produk standar, membuatnya kehilangan pasar dan menyerahkan menejemennya ke grup Walthers. Begitu juga dengan Roundhouse yang pasrah bongkokkan ke Horizon yang sebelumnya mengakuisisi Athearn. Bachmann terpaksa memperbaiki parts2 nya agar lebih otentik lagi.</p>
<p>Di replika skeneri, tidak kalah seru. Busch, Faller dan Woodland Scenic bertarung habis2 an. Berlomba membuat foam terbaik, serbuk semen, rumput dan lainnya dengan jargon : paling otentik.</p>
<p>Saya ceritakan bahwa : impian membuat layout yang ‘otentik’ inilah yang membuat milis KML hidup. Ada yang begitu terobsesi dengan suasana di pelabuhan. Ada yang pingin sekhas daerahnya yang banyak ditumbuhi pohon pisang. Ada yang tekun menciptakan jembatan panjang seperti yang dilihatnya di kawasan Jawa Barat. Atau lainnya….</p>
<p>Diorama meja layout milik rekan pencuri start, kini sudah berubah. Karpet hijaunya diganti kontour2 berumput yang apik. Rekan baru, masih ingin memasang karpet – untuk sementara. “Gak masalah. Kalau ada pameran property, ikutin saja…he…he…he….”, bercanda (iwan- surabaya).</p>
<p><em>Foto : armawan</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.keretamodel.com/maket-dan-kml/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
