<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kereta Api Model &#187; miniatur kereta api</title>
	<atom:link href="http://www.keretamodel.com/tag/miniatur-kereta-api/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.keretamodel.com</link>
	<description>Penggemar Kereta Api Model Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Jul 2009 04:03:05 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.5</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Modifikasi U20C Frateschi menjadi Loko CC201</title>
		<link>http://www.keretamodel.com/modifikasi-u20c-frateschi-menjadi-loko-cc201/</link>
		<comments>http://www.keretamodel.com/modifikasi-u20c-frateschi-menjadi-loko-cc201/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Apr 2008 11:28:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hedwig™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Frateschi]]></category>
		<category><![CDATA[Modifikasi]]></category>
		<category><![CDATA[cc201]]></category>
		<category><![CDATA[lokomotive]]></category>
		<category><![CDATA[miniatur kereta api]]></category>
		<category><![CDATA[Modeling]]></category>
		<category><![CDATA[u20c]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.keretamodel.com/?p=37</guid>
		<description><![CDATA[
Artikel oleh Indra Krishnamurti
Belakangan ini para penggemar model kereta api Indonesia cukup dimanjakan dengan adanya banyak model lokomotif yang bisa diadaptasikan menjadi model prototipe yang ada di Indonesia &#8211; dengan harga yang relatif murah! Ya, anda bisa mendapatkan sebuah model U20C dengan harga sekitar Rp. 500 ribu, atau model G12 (A-1-A) dengan harga sekitar Rp. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.keretamodel.com/wp-content/uploads/2008/03/kml_ido.jpg" alt="Indra Krishnamurti" width="112" height="153" /></p>
<p><em>Artikel oleh Indra Krishnamurti</em></p>
<p>Belakangan ini para penggemar model kereta api Indonesia cukup dimanjakan dengan adanya banyak model lokomotif yang bisa diadaptasikan menjadi model prototipe yang ada di Indonesia &#8211; dengan harga yang relatif murah! Ya, anda bisa mendapatkan sebuah model U20C dengan harga sekitar Rp. 500 ribu, atau model G12 (A-1-A) dengan harga sekitar Rp. 750 ribu. Jauh di bawah harga model Kato atau Atlas, yang masih memerlukan banyak modifikasi agar bisa menjadi mirip dengan prototipe lokomotif Indonesia.</p>
<p>Kali ini saya akan membahas modifikasi model U20C dari Frateschi menjadi CC201. Modifikasi yang saya lakukan ini sederhana dan memakan waktu hanya tiga-empat jam saja.<br />
Memang hasilnya tidak 100 persen akurat, tapi bisa dijamin bahwa semua penggemar kereta api Indonesia akan langsung bisa mengidentifikasi bahwa model yang barusan anda modifikasi ini adalah model CC201.</p>
<p align="center"><a title="U20C atau CC201" href="http://www.keretamodel.com/wp-content/uploads/2008/04/ido_u20c.jpg" rel="lightbox[37]"><img src="http://www.keretamodel.com/wp-content/uploads/2008/04/ido_u20c.jpg" alt="U20C atau CC201" /></a></p>
<p align="center">Dari kiri atas searah jarum jam: U20C yang tidak dimodifikasi, CC201, model U20C yang dicat PTKA tanpa diperpendek, artist impression of U20C yang diperpendek, CC201 putih.</p>
<p><span id="more-37"></span></p>
<p><strong>Modifikasi U20C menjadi CC201</strong></p>
<p>Kita mulai saja dengan bahan-bahan yang diperlukan:</p>
<ul>
<li>Model U20C buatan Frateschi, lebih baik versi undecorated/hitam (supaya anda tidak perlu mengupas catnya).</li>
<li>Potongan plastik PVC atau lembaran plastik lain yang serupa.</li>
<li>Universal drive shaft untuk G12 (spare part)</li>
</ul>
<p>Sederhana bukan? Berikut ini alat-alat yang diperlukan:</p>
<ul>
<li>Lem plastik Tamiya, lebih baik dengan tutup hijau.</li>
<li>Dempul plastik (putty) Tamiya.</li>
<li>Amplas no. 320, 400, 600 dan 1500.</li>
<li>Cutter besar dan kecil.</li>
<li>Gergaji dengan mata yang halus/hacksaw.</li>
<li>Lem Castol/Aica Aibon.</li>
<li>Lem superglue/CA/Alteco</li>
</ul>
<p>Selanjutnya, untuk mengecat model ini yang diperlukan adalah:</p>
<ul>
<li>Cat semprot Pylox dan Tamiya, warna merah/biru, krem/hijau, putih/biru muda/biru, oranye dll. tergantung warna yang diinginkan.</li>
<li>Kuas cat.</li>
<li>Thinner Impala dan thinner Gunze.</li>
<li>Decal lokomotif Indonesia (dijual di hobby shop)</li>
</ul>
<p>Dan selalu sediakan kotak P3K, kadang kecelakaan dapat terjadi saat kita terlalu asyik mengoprek model-model ini.</p>
<p><strong>Cara Membuat</strong></p>
<ul>
<li>Bongkar model lokomotif dengan merenggangkan bodi di atas tangki BBM, untuk memisahkan body shell dengan chassis. Lepaskan kabin lokomotif, lepaskan pula komponen transparan untuk lampu belakang, dan sisihkan. Lepaskan pula ballast di ujung-ujung body shell.</li>
<li>Dengan hati-hati lepaskan bagian walkway/dummy chassis dari body shell. Ada kemungkinan bahwa bagian ini dilem dengan body shell, bila demikian, gunakan cutter kecil untuk memisahkan keduanya dengan hati-hati.</li>
<li>Gambar 1 menunjukkan samping kiri body shell U 20C yang sudah dilepas. Perhatikan bahwa ada enam pasang pintu di depan (sebelah kiri) bagian exhaust lokomotif (bagian dengan tangga). Ini letak perbedaan utama U20C Brasil dengan U18C (dan juga U20C Indonesia), yaitu mesin yang berbeda (FDL-12 dengan 12 silinder, dibandingkan FDL-8 dengan 8 silinder)</li>
</ul>
<p><a title="ido_u20c2.jpg" href="http://www.keretamodel.com/wp-content/uploads/2008/04/ido_u20c2.jpg" rel="lightbox[37]"></a></p>
<p style="text-align: center"><a title="ido_u20c2.jpg" href="http://www.keretamodel.com/wp-content/uploads/2008/04/ido_u20c2.jpg" rel="lightbox[37]"><img src="http://www.keretamodel.com/wp-content/uploads/2008/04/ido_u20c2.jpg" alt="ido_u20c2.jpg" width="437" height="96" /></a></p>
<p align="center">Gambar 1<br />
(Gambar oleh  M Alex Munarto, dimodifikasi oleh  Indra Krishnamurti)</p>
<ul>
<li>Potonglah body shell di tempat yang ditunjukkan dengan garis merah. Ketika memotong, ganjallah bagian dalam shell di tempat yang ditandai &#8220;A&#8221; dan &#8220;B&#8221; dengan kedua timah pemberat, agar mengurangi resiko patah. Mulailah dari sebelah bawah, dari masing-masing sisi, dan bertemu di bagian atap model.</li>
</ul>
<p><a title="Memotong body U20C" href="http://www.keretamodel.com/wp-content/uploads/2008/04/ido_u20c3.jpg" rel="lightbox[37]"></a></p>
<p style="text-align: center"><a title="Memotong body U20C" href="http://www.keretamodel.com/wp-content/uploads/2008/04/ido_u20c3.jpg" rel="lightbox[37]"><img src="http://www.keretamodel.com/wp-content/uploads/2008/04/ido_u20c3.jpg" alt="Memotong body U20C" width="321" height="321" /></a></p>
<p align="center">Gambar 2</p>
<p align="left">
<p align="left">
<ul>
<li>Anda sudah selesai menggergaji benda seharga Rp. 500 ribu. Selamat! Anda sudah tidak bisa kembali lagi. Anda harus melanjutkannya sampai selesai… Lihat gambar 2. Gunakan cutter untuk memotong sisa plastik sampai mendekati bagian yang ditandai dengan garis biru. Gunakan amplas yang diletakkan di atas permukaan yang datar, dan amplaslah kedua ujung body shell yang telah terpotong dengan hati-hati. Cobalah beberapa kali menempelkan kedua ujung tersebut untuk mengecek apakah keduanya sudah rata dan halus.</li>
</ul>
<p align="center"><a title="U20C" href="http://www.keretamodel.com/wp-content/uploads/2008/04/ido_u20c4.jpg" rel="lightbox[37]"><img src="http://www.keretamodel.com/wp-content/uploads/2008/04/ido_u20c4.jpg" alt="U20C" width="446" height="99" /></a><br />
Gambar 3<br />
(Gambar oleh  M Alex Munarto, dimodifikasi oleh  Indra Krishnamurti)</p>
<p align="left">
<p align="left">
<ul>
<li>Rekatkan kembali body shell. Gunakan potongan-potongan plastik PVC untuk memperkuat sambungan dari dalam. Gunakan juga dempul bila diperlukan.</li>
<li>Potonglah walkway/dummy chassis seperti body shell, tempelkan kembali walkway yang sudah dipotong.</li>
<li>Sekarang kita beralih ke chassis. Lepaskan motor, motor mounting dan ballast di tangki BBM. Ini juga kesempatan untuk mengganti motor, mengganti bohlam lampu dengan LED dan memasang dekoder DCC bila diinginkan.</li>
<li>Chassis U20C bentuknya merupakan kebalikan dari CC201 (back-to-front). Ini bisa diakali dengan mudah, cukup dengan menukar bogie depan ke belakang dan sebaliknya.</li>
</ul>
<p align="center"><a title="U20C" href="http://www.keretamodel.com/wp-content/uploads/2008/04/ido_u20c5.jpg" rel="lightbox[37]"><img src="http://www.keretamodel.com/wp-content/uploads/2008/04/ido_u20c5.jpg" alt="U20C" width="477" height="106" /></a></p>
<p align="center">Gambar 4<br />
(Gambar oleh  M Alex Munarto, dimodifikasi oleh  Indra Krishnamurti)</p>
<ul>
<li>Potonglah chassis ini di dekat bagian belakang (aslinya bagian depan) tangki BBM, amplaslah mengikuti garis biru seperti pada gambar 3. Tempelkan lagi. Pasanglah ballast yang sudah dipotong sehingga muat.</li>
<li>Pasanglah kembali motor di atas ballast. Untuk menempelkan motor, baliklah mounting, tempelkan di atas ballast dengan superglue. Selanjutnya motor bisa dipasang dengan lem Aibon.</li>
<li>Universal/drive shaft model ini tentu saja perlu dipendekkan, karena panjang chassis yang berubah. Gunakan satu drive shaft bawaan U20C, dan untuk satunya gunakan drive shaft untuk G12.</li>
</ul>
<p align="center"><a title="U20C setelah dipotong" href="http://www.keretamodel.com/wp-content/uploads/2008/04/ido_u20c6.jpg" rel="lightbox[37]"><img src="http://www.keretamodel.com/wp-content/uploads/2008/04/ido_u20c6.jpg" alt="U20C setelah dipotong" width="461" height="208" /></a></p>
<p>Gambar 5</p>
<ul>
<li>Rekatkan body shell dan chassis dengan lem plastik atau CA pilihan anda. Kini saat untuk mengecat model ini dengan warna pilihan anda.</li>
<li>Cat juga chassis dengan cat semprot Pylox warna hitam. Hati-hati jangan sampai mengecat roda, karena akan mengganggu kontak listrik.</li>
<li>Kembalikan body shell ke atas chassis. Gunakan lem Aibon bila anda hendak merekatkannya secara permanen, supaya bisa dilepaskan sewaktu-waktu diperlukan.</li>
<li>Tentunya sambil memotong model ini, anda bisa menambahkan detil tutup semboyan 26 dan 27, detil pijakan kabel MU, dan lain-lain. Gunakan foto-foto untuk mendapatkan informasi yang diperlukan.</li>
</ul>
<p><a title="U20C sebelum dan sesudah dipotong" href="http://www.keretamodel.com/wp-content/uploads/2008/04/ido_u20c7.jpg" rel="lightbox[37]"></a></p>
<p style="text-align: center"><a title="U20C sebelum dan sesudah dipotong" href="http://www.keretamodel.com/wp-content/uploads/2008/04/ido_u20c7.jpg" rel="lightbox[37]"><img src="http://www.keretamodel.com/wp-content/uploads/2008/04/ido_u20c7.jpg" alt="U20C sebelum dan sesudah dipotong" width="462" height="394" /></a></p>
<p>Dan berikut ini, hasil yang sudah jadi</p>
<p><a title="U20C became CC201" href="http://www.keretamodel.com/wp-content/uploads/2008/04/ido_u20c8.jpg" rel="lightbox[37]"></a></p>
<p style="text-align: center"><a title="U20C became CC201" href="http://www.keretamodel.com/wp-content/uploads/2008/04/ido_u20c8.jpg" rel="lightbox[37]"><img src="http://www.keretamodel.com/wp-content/uploads/2008/04/ido_u20c8.jpg" alt="U20C became CC201" width="483" height="411" /></a></p>
<p align="center">CC201 pesanan Sdr. Soni Gumilang</p>
<p align="left">
<p align="left">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.keretamodel.com/modifikasi-u20c-frateschi-menjadi-loko-cc201/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>44</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Modifikasi BB200 Frateschi</title>
		<link>http://www.keretamodel.com/modifikasi-bb200-frateschi/</link>
		<comments>http://www.keretamodel.com/modifikasi-bb200-frateschi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Mar 2008 03:43:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hedwig™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Frateschi]]></category>
		<category><![CDATA[Kereta Model]]></category>
		<category><![CDATA[BB200]]></category>
		<category><![CDATA[BB201]]></category>
		<category><![CDATA[hobby]]></category>
		<category><![CDATA[miniatur kereta api]]></category>
		<category><![CDATA[Model]]></category>
		<category><![CDATA[Modifikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Railfans]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.keretamodel.com/?p=28</guid>
		<description><![CDATA[Artikel oleh Indra Krishnamurti
Di wilayah DAOP IV, Semarang, Loko seri BB200 masih sering terlihat berkeliaran untuk menarik rangkaian atau sekedar sebagai lok langsir. Salah satu rangkaian yang masih dehela oleh lok seri ini adalah Kaligung Ekonomi, yang melayani rute Semarang Poncol &#8211; Tegal PP.
Sebagai seorang railfans yang menyukai bentuk lok lokal, ternyata dapat menikmati lok [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.keretamodel.com/wp-content/uploads/2008/03/kml_ido.jpg" alt="Indra Krishnamurti" width="98" height="133" /><em>Artikel oleh Indra Krishnamurti</em></p>
<p>Di wilayah DAOP IV, Semarang, Loko seri BB200 masih sering terlihat berkeliaran untuk menarik rangkaian atau sekedar sebagai lok langsir. Salah satu rangkaian yang masih dehela oleh lok seri ini adalah Kaligung Ekonomi, yang melayani rute Semarang Poncol &#8211; Tegal PP.</p>
<p>Sebagai seorang railfans yang menyukai bentuk lok lokal, ternyata dapat menikmati lok ini dari sebagai sebuah kereta model. Sekali lagi, produksi keluaran Frateschi yang harus rela dipermak sedikit untuk dapat menjadi lok BB200 yang khas Indonesia.</p>
<p>Untuk dapat memulainya, sebaiknya menyiapkan bahan-bahan dan peralatanberikut ini:</p>
<ul>
<li>Model G12 A-1-A Frateschi (nomor seri 3057), atau lebih baik: chassis G12 A-1-A dan body shell G12 yang standar.</li>
<li>Potongan plastik PVC/lembaran plastik bekas kotak cd atau disket.</li>
<li>Potongan sprue (rangka) model kit.</li>
<li>Lem plastik Tamiya.</li>
<li>Dempul Sanpolac, Dempul (putty) Tamiya.</li>
<li>Superglue, lem putih/Fox.</li>
<li>Amplas no 320, 400, 600, 1000 sampai 1500</li>
<li>Cutter besar dan cutter kecil</li>
<li>Masking tape Tamiya, Masking tape Nashua yang berwarna krem</li>
<li>Thinner Impala, Thinner &#8216;levelling thinner Gunze Sangyo&#8217;</li>
<li>Cat semprot Tamiya</li>
<li>Primer semprot Tamiya atau Gunze Sangyo</li>
<li>Kuas-kuas untuk mengecat model (Tamiya)</li>
<li>Sikat gigi bekas yang bersih</li>
<li>Kain lap, tissue</li>
<li>dan jangan lupa kotak P3K, accidents do happen!</li>
</ul>
<p><span id="more-28"></span><strong>Cara membuat, Bagian Pertama<br />
</strong></p>
<blockquote><p>Langkah 1-6 hanya diperlukan bila model yang kamu pakai adalah model G12 yang sudah dicat</p></blockquote>
<ol>
<li>Bongkar model lokomotif, dengan merenggangkan bagian tengahnya di atas tanki BBM. Body shell dan chassis akan bisa dipisahkan. Awas jangan sampai jatuh!</li>
<li>Bongkar kabin lokomotif dengan menarik masing-masing kabin ke sisi kiri dan kanan. Biasanya kamu bisa lihat bahwa kabin ini renggang atau tidak menempel dengan baik ke body shell, kalau demikian, tab yang mengunci kabin ke body shell harus dipotong sedikit (1 mm di atas dan bawah saja sudah cukup). Lepaskan semua komponen transparan dan simpan dengan aman (jangan dekat-dekat cat, thinner, apalagi lem, atau malah terinjak)</li>
<li><strong>PERHATIKAN BAHWA YANG BERIKUT INI CUKUP BERBAHAYA! NO SMOKING PLEASE! LAKUKAN DI TEMPAT TERBUKA/VENTILASI BAIK!</strong><br />
Ke dalam sebuah wadah yang cukup panjang/bisa merendam seluruh body shell lokomotif, tuangkan levelling thinner GS sehingga cukup untuk merendam satu sisi body shell (sisi lain bisa dikerjakan sesudahnya). JANGAN PAKAI THINNER IMPALA!</li>
<li>Tunggu 1-2 menit, mulailah menggosok untuk mengelupas cat dengan sikat 4. gigi bekas. Pakailah masker dan sarung tangan plastik! Awas uap thinner ini lumayan bikin fly. Cat yang dipakai di model Frateschi ini seperti karet, dan pengupasannya susah. Tapi seandainya tidak dikupas, kemungkinan mengelupas di masa depan cukup besar.</li>
<li>Gosok terus dan usahakan semua keping cat asli lokomotif sudah hilang, kalau perlu buang thinner lama dan tambahkan thinner yang masih segar. Jangan lupa kupas juga cat di kedua kabin lokomotif.</li>
<li>Hati-hati lok yang direndam thinner ini plastiknya menjadi agak RAPUH, terutama di bagian anak tangga di masing-masing ujung. Jangan sampai jatuh!</li>
<li>Cuci model lokomotif dengan sabun pencuci piring untuk menghilangkan minyak yang mungkin tersisa.</li>
<li>Mulai bekerja! Perbedaan utama BB200 dan model Frateschi yang masih belum dimodifikasi terutama bisa dilihat di ujung-ujungnya (lihat foto 1 dan foto 2)
<p style="text-align: center"><img src="http://i231.photobucket.com/albums/ee132/indrakrishnamurti/1.jpg" alt="Foto 1" width="391" height="197" /></p>
<p style="text-align: center"><img src="http://i231.photobucket.com/albums/ee132/indrakrishnamurti/2.jpg" alt="Foto 2" width="380" height="175" /></p>
</li>
</ol>
<p><strong>Bagian Kedua</strong></p>
<ol>
<li>Nah, ketahuan kan bagian mana yang harus diubah? Untuk bagian belakang sama dengan sisi yang pendek.</li>
<li>Gunakan cutter untuk memotong bagian bagian yang dilingkari warna merah di atas. Hati-hati jangan memotong bagian lain! Bagian-bagian yang rentan patah/terpotong dilingkari warna biru. Gunakan amplas berturut-turut mulai dari yang paling kasar sampai ke yang paling halus. Gunakan juga dempul untuk menutup celah/goresan yang akan timbul.</li>
<li>Perhatikan bahwa molding hidung lokomotif agak ‘mleot’ ke dalam, jadi tidak perlu mengamplas habis detil radiator dynamic brake (yang ditandai warna merah di bagian atas gambar 2). Nanti di bagian atas akan tersisa celah sedikit, yang bisa ditutup dengan dempul Tamiya.</li>
<li>Awas jangan sampai detil pintu di bawahnya teramplas! Gunakan masking tape Nashua untuk menutupi bagian-bagian yang harus diamankan. Untuk mengamplas dengan efektif, jangan pakai air, kecuali ketika sudah mendekati bentuk yang diharapkan (dengan amplas halus).</li>
<li>Setelah hidung dipotong, hasilnya seperti foto 3 di bawah ini:
<p style="text-align: center"><img src="http://i231.photobucket.com/albums/ee132/indrakrishnamurti/4.jpg" alt="Foto 3" width="339" height="302" /></p>
<p align="left">Udah mulus kan bagian-bagian yang seperti &#8216;kutil&#8217; di dekat lampu dan detil di bagian bawahnya? Sekarang waktunya menambah detil2 untuk bagian bawah. Lingkaran kuning: detil pegangan tangan ini dibuat dari detil yang sudah ada, dengan membuang sisi-sisi kiri/kanan dan tengah dari detil pengangkat coupler. Tidak perlu membuat lagi yang baru. Yang perlu dibuat adalah detil lampu lampu semboyan (lihat lingkaran merah). Buatlah detil ini dari plastik PVC/ plastik lain dengan ketebalan 1 mm. Ukurannya untuk kiri dan kanan: 2&#215;6 mm, untuk yang tengah, 2&#215;4 mm. Amplaslah sisi-sisinya supaya agak melengkung. Juga buatlah detil cantolan rantai dari plastik selebar 3mm yang dipotong berbentuk setengah lingkaran.</p>
</li>
<li>Modifikasi paling signifikan untuk membuat BB200 adalah untuk membuang kipas dynamic brake di bagian atas hidung lokomotif. Caranya adalah dengan mendempulnya. Pertama, tempelkan masking tape ke keempat sisi lubang kipas (lihat foto 4)
<p style="text-align: center"><img src="http://i231.photobucket.com/albums/ee132/indrakrishnamurti/3.jpg" alt="Foto 4" width="373" height="283" /></p>
</li>
<li>Potong sedikit bagian tengah kipas, karena mungkin akan menonjol. Awas jangan memotong sisi-sisi lubang kipas. Amplaslah sedikit sisi-sisi dalam lubang kipas supaya dempul nantinya bisa melekat dengan baik.</li>
<li>Mulailah mendempul dengan dempul Sanpolac (mungkin bisa pakai Isamu, tapi kok pengalamanku gak pernah berhasil baik). Dempul Sanpolac harus dicampur dengan pengeras, jadi memang agak ribet, campurlah sedikit-sedikit saja dulu. Pelan pelan oleskan dempul di sisi bagian dalam sampai seluruh lubang menjadi tertutup (tidak perlu halus, karena nanti bisa diamplas lagi).</li>
<li>Tunggu semua dempul mengering, sekitar 1-2 hari, mulailah mengamplas dempul hingga halus. Biasanya akan ada celah-celah dalam dempul Sanpolac ini, karena dia akan sedikit mengkerut. Sesudah tidak mengkerut lagi, oleskan dempul Tamiya, tunggu kering lagi dan amplas.</li>
<li>Perhatikan foto 5 di bawah:
<p style="text-align: center"><img src="http://i231.photobucket.com/albums/ee132/indrakrishnamurti/5.jpg" alt="Foto 5" width="369" height="184" /></p>
<p align="left">Kelihatan kan kalau lok Frateschi yang asli (yang dicat sebagai BB201) di atas ada sedikit perbedaan detil dengan BB200, yaitu bahwa louver yang berdiri sendiri di belakang keenam louver di belakang kabin tidak ada? Nah, kalau bisa, amplaslah louver ini (di kedua sisi body shell). Hati-hatiiiii sekali karena resikonya detil pintu di sekelilingnya bisa buyar.</p>
</li>
</ol>
<p><strong>Bagian Ketiga</strong></p>
<ol>
<li>Nah, pada titik ini model BB200 kita sudah hampir selesai, tapi kita masih harus memasang lagi kabin lokomotif. Perhatikan foto 6:
<p style="text-align: center"><img src="http://i231.photobucket.com/albums/ee132/indrakrishnamurti/6.jpg" alt="Foto 6" width="347" height="292" /></p>
<p align="left">Bagian dalam body shell sebaiknya dipotong supaya tidak terlihat dari luar (memotongnya tidak perlu terlalu rapi). BTW, kelihatan juga kan kalau klakson yang berada di belakang kabin sudah dilepas dan lubangnya didempul?.</p>
</li>
<li>Perhatikan lagi foto 1, 3, 4 dan 6 di atas. Molding asli kabin lokomotif ini ternyata kurang detil di bagian bingkai dalam jendela. Buatlah sendiri bingkai jendela ini dari plastik tipis, dengan lebar 1 mm. Dempullah kedua ujung dan sisinya supaya bentuk lengkungnya simetris.</li>
<li>
<p align="left">Rekatkan kedua kabin ke body shell. Gunakan lem plastik Tamiya. Setelah kering, dempullah celah-celah yang mungkin ada. Amplas hingga halus.</p>
</li>
<li>
<p align="left">Modelmu sekarang seharusnya seperti di gambar 7 di bawah ini.</p>
<p style="text-align: center"><img src="http://i231.photobucket.com/albums/ee132/indrakrishnamurti/7.jpg" alt="" width="356" height="217" /></p>
</li>
<li> Buatlah kotak alat-alat yang ditempatkan di bagian kanan depan kabin dengan plastik PVC seukuran 17 x 5 mm. Perhatikan juga bahwa ada detil ‘dekik’ di cowcatcher.</li>
<li>Untuk sisi satunya, buatlah klakson dengan menggunakan sprue. Caranya mudah: panaskan sprue dengan lilin (seperti untuk membuat benang sprue, para modeler kit pasti sudah tahu). Tapi kali ini yang dipakai adalah ujungnya, yang berbentuk kerucut. Potong kerucut itu seukuran dengan klakson yang sudah ada, dan buat detil untuk bagian belakang klakson tsb seperti gambar ini:<em> </em><em><br />
</em></p>
<p style="text-align: center"><img src="http://i231.photobucket.com/albums/ee132/indrakrishnamurti/8.jpg" alt="" width="307" height="243" /></p>
<p><em>Trik: lebih mudah membuat dua klakson dengan bentuk serupa dibandingkan membuat 1 klakson yang sama persis dengan klakson yang sudah ada.</em></li>
<li>Sekarang ke langkah berikutnya: pengecatan! Tutorial ini tidak akan membahas pengecatan, karena ada beberapa skema untuk BB200: krem-hijau (asli), merah tua-biru (sekarang), kuning-hijau (BB20029), putih (BB200 yang ditempatkan di Akpol). Silakan google sendiri &#8220;BB200&#8243; untuk mencari tahu BB200 dalam skema seperti apa yang diinginkan. Sekarang ini ada dua BB200 yang dikembalikan catnya ke warna aslinya lho (meskipun salah satunya warna kremnya terlalu kuning)!.</li>
<li>Pasang kembali jendela dan komponen2 transparan lainnya setelah pengecatan selesai. Setelah kamu pasang bingkai dalam di kabin, kemungkinan jendela tidak bisa dipasang lagi. Eniwei, plastik jendela ini biasanya mutunya gak terlalu bagus. Mendingan gunakan lem Fox sebagai gantinya. Oleskan sedikit lem Fox di tusuk gigi, tempelkan ke lubang jendela, putarkan dan tarik sehingga ada lapisan yang menutupi jendela. Tunggu kering, sesudahnya dia akan jadi transparan. Jendela yang tengah tidak usah dipasang, toh aslinya jarang sekali BB200 yang terlihat dengan jendela ditutup. Atau, bisa juga potong jendela tengah dan tempelkan dengan lem Fox. Jangan pakai lem plastik karena pasti belepotan!.
<p style="text-align: center">
<p align="left">
<p style="text-align: center">
</li>
</ol>
<p><strong>Hasil yang sudah jadi<br />
</strong></p>
<p><img src="http://i231.photobucket.com/albums/ee132/indrakrishnamurti/9.jpg" alt="BB200 punya Bowo" width="484" height="218" /><br />
BB20029 milik Mighty Bowo</p>
<p align="right"><img src="http://i231.photobucket.com/albums/ee132/indrakrishnamurti/11.jpg" alt="BB20002 Spoor Sony" width="394" height="207" /><br />
BB20002 milik Spoor Soni</p>
<p><img src="http://i231.photobucket.com/albums/ee132/indrakrishnamurti/10.jpg" alt="BB201" width="425" height="318" /></p>
<p>Jenis lain dengan seri BB201, dengan uniform krem-hijau.</p>
<p style="text-align: center"><img src="http://i231.photobucket.com/albums/ee132/indrakrishnamurti/12.jpg" alt="BB201" width="422" height="205" /></p>
<p style="text-align: center">Seri BB201 dengan rangkaian kethel</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.keretamodel.com/modifikasi-bb200-frateschi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>22</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips membuat layout kereta api model</title>
		<link>http://www.keretamodel.com/tips-membuat-layout-kereta-api-model/</link>
		<comments>http://www.keretamodel.com/tips-membuat-layout-kereta-api-model/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Dec 2007 06:44:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hedwig™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diorama]]></category>
		<category><![CDATA[HO]]></category>
		<category><![CDATA[hobby]]></category>
		<category><![CDATA[Kereta Model]]></category>
		<category><![CDATA[Mainan]]></category>
		<category><![CDATA[miniatur kereta api]]></category>
		<category><![CDATA[Model]]></category>
		<category><![CDATA[tips membuat layout]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.keretamodel.com/?p=11</guid>
		<description><![CDATA[Memiliki layout adalah sebuah dambaan yang selalui diimpikan oleh modelers khususnya pecinta kereta api model. Untuk membuat layout perlu mempertimbangkan lokasi dan ukuran. Semakin luas layout yang dibuat, maka suasana yang dibangun di dalamnya akan semakin realistis.
Tidak semua orang mampu untuk membangun sebuah layout yang luas dan kompleks, sebuah layout sederhana juga dapat menjadi sebuah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Memiliki layout adalah sebuah dambaan yang selalui diimpikan oleh modelers khususnya pecinta kereta api model. Untuk membuat layout perlu mempertimbangkan lokasi dan ukuran. Semakin luas layout yang dibuat, maka suasana yang dibangun di dalamnya akan semakin realistis.<br />
Tidak semua orang mampu untuk membangun sebuah layout yang luas dan kompleks, sebuah layout sederhana juga dapat menjadi sebuah hiasan yang unik di dalam rumah.</p>
<p style="text-align: center"><img src="http://www.keretamodel.com/wp-content/uploads/2008/01/layout_01.jpg" alt="Layout model kereta api indonesia" /></p>
<p>Banyak modeler yang memiliki keterbatasan ruang di dalam rumahnya, mungkin pilihan menggunakan N-Scale dapat menjadi solusi yang baik. Selain ukuran layout dan skala yang digunakan, layout atau diorama dapat lebih menarik lagi jika kita menempatkan thema di dalamnya.</p>
<ol>
<li>Pilihlah thema yang diinginkan, misalnya thema tempo doeloe, thema perkotaan atau thema pegunungan. Pemilihan thema di awal akan memudahkan dalam mengembangkan layout yang diinginkan.</li>
<li>Pilih lokomotif dan kereta yang sesuai dengah thema yang diinginkan. Misalnya rangkaian lokomotif uap akan cocok dengan thema tempo doeloe.</li>
<li>Sesuaikan arsitektur bangunan, pohon dan orang-orang yang akan digunakan. Mencari di internet dapat membantu memperoleh banyak informasi mengenai ini.</li>
<li>Trowongan dan jembatan adalah obyek yang sangat menarik di dalam layout yang sedang dibangun.</li>
<li>Jangan lupa merancang bentuk stasion kereta api disesuaikan dengan thema yang ada.</li>
<li>Siapkan jalan raya, gravel , mobil dan perlintasan kereta api. Jika mengusung thema tempo doeloe sebaiknya mobil dan perlintasan disesuaikan dengan kondisi tempo doeloe.</li>
</ol>
<p style="text-align: center"><img src="http://www.keretamodel.com/wp-content/uploads/2008/01/layout_02.jpg" alt="model jembatan cisomang" /></p>
<p>Semakin banyak detail yang ditonjolkan di sebuah layout, akan membuat layout semakin menarik dan lebih realistis.<br />
Saat ini banyak dijual model bangunan yang sudah jadi. Tetapi banyak orang yang memilih membuat sendiri dengan kayu balsa dan cat agar bangunan dapat disesuaikan dengan thema yang ada. Sebagai tambahan di latar belakang dapat menggunakan gambar-gambar pemandangan yang dicetak di kertas ukuran lebar sebagai tambahan dekorasi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.keretamodel.com/tips-membuat-layout-kereta-api-model/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>56</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
