Archive

Posts Tagged ‘Kereta Model’

Maket dan KM&L

Iwan Mbah Spoor
Artikel oleh Iwan D. Irawanto, Surabaya

Rekan pemula berkunjung. Ia baru saja memiliki startset Maerklin dijital. Loknya klas V100 dan sejumlah gerbong barang. Obrolan digelar. Inilah asyiknya kongkow dengan rekan sehobi. Dalam perbincangan, selalu dan mestinya ada yang baru.

Ruang yang dimiliki, cukup untuk meja layout sekitar 2 X 2,5 meter. Kita gantian corat coret di potongan kertas bekas. Dia pingin layout begini, saya usul begitu. Saling ngisi lah. Lalu, saya terpana dengan paparan rencana dioramanya. Di atas meja, akan digelar karpet hijau – laksana padang rumput. Track ditata di atasnya. “Bagus kan ?”, tukasnya.

“Malah jelek banget”, kalimat ini, meluncur begitu saja dari mulut saya. Ia pun kaget. Bayangan diorama yang diangankan selama ini, terhapus begitu saja. Cepat dan bersih. Malah saya tambahi : “kalau itu yang Anda buat, akan menambah perbendaharaan layout jelek yang pernah saya lihat”.

Gambaran rekan tadi, bagi saya déjà vu.
Awal ngrintis hobi ini, rekan seangkatan nyuri start. Selagi saya masih bingung nyari2 referensi, ia sudah mbangun meja. Ukurannya 1,5 X 3,5 meter untuk skala N. Lembaran triplek ditata dan karpet hijau di gelar. Track dirangkai dan disusun. Track yang naik turun, ditopang tiang2 dan jembatan besi. Replika stasiun dan gedung2 diletakkan. Empat rangkaian dijalankan di jalur masing2. Bersilang arah…wuiih ramai. Setiap jalur, dikendalikan satu transformer. Murni boros enerji.

Konstruksi mejanya hebat. Sekelilingnya ditutup kaca. Di bagian2 tertentu, ada jendela2 kupu untuk perawatan. Selebihnya, dijamin bebas debu. Ia nggak sabar nunggu komentar : “bagus kan?!”. Saya nggak ngerti mau njawab apa ? Wong melangkah saja belum.
Mahami relhobi masih bab satu – alias baru niatan. Titik beratnya kemana, juga bingung. Ke tehnik atau diorama ? Semua masih sebatas mata memandang pada gambar2 yang bisa saya kumpulin. Dan sepanjang saya tahu, perwujudannya nggak seperti ini. Toh, saya nyoba nyambung : “waah bagus…rapi sekali”. Hidung saya mekar…tanda berbohong…(kalau Pinokio molor). Mestinya, saya bilang yang jelek itu jelek dan baik itu baik. Yaaa…. kita ini lebih rikuh pakewuh ketimbang jujurnya.

Apa yang saya lihat, begitu jauh dari proses olah kreatifitas. Semua serba kaku. Menjadi benda mati dalam kotak kaca. Andai dibawah kereta modelnya diberi tulisan biography, persis artefak di museum. Kereta model yang ada, tidak bermakna lagi. Padahal, replika ini ‘hidup’. Mewakili sejarah peradaban dan obsesi kita sendiri.

Layout dan KM&L

Saya yang sejak kecil kesengsem dengan steamlok, terbawa sampai sekarang. Kemana pun mata memandang gambar2 di buku katalog, baliknya nancep ke halaman steamlok. Ada memory yang telanjur nyangkut di situ…..Plus suasananya seperti yang pernah saya lihat di suatu masa. Malang sekitar ‘60an, di depan rumah ada jalur yang menghubungkan stasiun Blimbing ke Tumpang. Nggak salah ingat, loknya mirip klas 64. Nyeret gerbong penumpang dan barang. Isinya, pedagang hasil bumi. Yang diangkut ya gebokan daun pisang, ketela pohon dan lainnya. Saban lewat, saya nitip satu dua batang paku. Habis dilindas, jadilah keris atau pedang kecil….asyiik. Generasi muda, kecantol diesel dan elektriklok – bab model inilah yang dilihat sejak bayi procot….

Mau nggak mau, suasana sekitar yang melatarbelakangi ikut kebawa. Keramaian di stasiun, kota, kontour alam, kesibukan di gudang barang dan lain sebagainya.

Obsesi seperti inilah yang mendasari pengembangan hobi ini di mana pun. Menjadi pendorong berkekuatan besar bagi produsen kereta model dan aksesorinya. Mereka berlomba menjadi pencipta replika paling otentik. Roco yang pernah memperkecil skala gerbongnya menjadi 100, dimanfaatin Maerklin untuk nyerang balik dengan jargon baru : the real HO (87).
Ke otentikan skala, membuat satu produsen unggul dan lainnya tumbang. Ketidakseriusan Lifelike pada produk standar, membuatnya kehilangan pasar dan menyerahkan menejemennya ke grup Walthers. Begitu juga dengan Roundhouse yang pasrah bongkokkan ke Horizon yang sebelumnya mengakuisisi Athearn. Bachmann terpaksa memperbaiki parts2 nya agar lebih otentik lagi.

Di replika skeneri, tidak kalah seru. Busch, Faller dan Woodland Scenic bertarung habis2 an. Berlomba membuat foam terbaik, serbuk semen, rumput dan lainnya dengan jargon : paling otentik.

Saya ceritakan bahwa : impian membuat layout yang ‘otentik’ inilah yang membuat milis KML hidup. Ada yang begitu terobsesi dengan suasana di pelabuhan. Ada yang pingin sekhas daerahnya yang banyak ditumbuhi pohon pisang. Ada yang tekun menciptakan jembatan panjang seperti yang dilihatnya di kawasan Jawa Barat. Atau lainnya….

Diorama meja layout milik rekan pencuri start, kini sudah berubah. Karpet hijaunya diganti kontour2 berumput yang apik. Rekan baru, masih ingin memasang karpet – untuk sementara. “Gak masalah. Kalau ada pameran property, ikutin saja…he…he…he….”, bercanda (iwan- surabaya).

Foto : armawan

Modifikasi Frateschi

Banyak yang mengatakan bahwa hobby kereta api model adalah sebuah hobby yang mahal. Buat saya, “mahal” itu relative. Kereta api model selain dikoleksi, dapat juga disimpan sebagai barang investasi. Beberapa items bahkan memiliki harga yang sangat tinggi karena kualitasnya yang sangat baik dan produksi yang terbatas. Jika kita mencari di ebay, banyak ditawarkan kereta model koleksi dengan harga yang sangat tinggi, ini dapat menandakan bahwa kereta model dapat dijadikan barang investasi.

Saya bahkan menyebutkan bahwa kereta api model adalah sebuah investasi yang lebih baik daripada menanam anthurium atau ikan arwana.

Tetapi bagi para pecinta kereta api yang hendak memulai hobby ini, saat ini banyak ditawarkan beragam model dan harga yang bervariasi. Salah satunya adalah Frateschi.

Frateschi memiliki produk kereta model yang mirip dengan kereta api yang ada di Indonesia selain harganya yang masih tergolong murah. Tidak 100% mirip, sedikit modifikasi memang harus dilakukan agar dapat sesuai dengan bentuk dan ukuran (dalam skala) dengan kereta api yang hilir mudik di jalur-jalur kereta api di Indonesia.
Sebut saja lokomotif Frateschi U-20-C yang mirip dengan loko CC201 dan loko CC202 milik PT.Kereta Api (persero). Tinggal melakukan modifikasi sedikit dan pengecatan, hasilnya akan sama dengan loko aslinya.
Tetapi yang perlu diperhatikan adalah saat hendak membuat CC201, Frateschi U-20-C yang anda beli harus rela dibelah dua dan dibuang sebagian chassis dan bodynya agar sesuai dengan skala ukuran aslinya, sementara untu membuat loko CC202 hanya ada perubahan sedikit di detailnya.

Indra Krishnamurti merombak Frateschi

Indra "IDO" Krishnamurti merekondisi U-20-C menjadi CC201

Selain itu juga ada loko Frateschi G12 A-1-A, yang di Indonesia mirip dengan BB200 yang masih banyak ditemukan di jalur kereta api disekitar Semarang. Sama seperti Frateschi U-20-C, G12 A-1-A juga harus dipermak untuk menghasilkan kondisi yang mirip.

Beberapa toko kereta api model di Jakarta bahkan menjual loko-loko frateschi ini dengan kondisi undecorated alias masih berwarna hitam legam. Bahkan ada juga yang menjualnya tanpa mesin sehingga harganya cukup murah lagi.
Sebagai seorang modeller yang ingin membuat sebuah karya kereta api model, Frateschi adalah pilihan yang saya pikir cocok. Alasan utamanya adalah harga yang murah.

Bayangkan jika harus memotong, mengamplas dan mencat ulang Märklin anda yang berharga selangit

Kebanyakan produk Frateschi datang dengan sistem analog. Hal ini juga menarik, karena kita dapat mengembangkan sistem analog ini menjadi digital. Sebuah pekerjaan yang tidak terlalu rumit karena universal decoder digital sudah dapat dibeli. Dan dengan bantuan solder serta menyambung kabel, Frateschi anda sudah mendukung sistem digital.

Tips membuat layout kereta api model

Memiliki layout adalah sebuah dambaan yang selalui diimpikan oleh modelers khususnya pecinta kereta api model. Untuk membuat layout perlu mempertimbangkan lokasi dan ukuran. Semakin luas layout yang dibuat, maka suasana yang dibangun di dalamnya akan semakin realistis.
Tidak semua orang mampu untuk membangun sebuah layout yang luas dan kompleks, sebuah layout sederhana juga dapat menjadi sebuah hiasan yang unik di dalam rumah.

Layout model kereta api indonesia

Banyak modeler yang memiliki keterbatasan ruang di dalam rumahnya, mungkin pilihan menggunakan N-Scale dapat menjadi solusi yang baik. Selain ukuran layout dan skala yang digunakan, layout atau diorama dapat lebih menarik lagi jika kita menempatkan thema di dalamnya.

  1. Pilihlah thema yang diinginkan, misalnya thema tempo doeloe, thema perkotaan atau thema pegunungan. Pemilihan thema di awal akan memudahkan dalam mengembangkan layout yang diinginkan.
  2. Pilih lokomotif dan kereta yang sesuai dengah thema yang diinginkan. Misalnya rangkaian lokomotif uap akan cocok dengan thema tempo doeloe.
  3. Sesuaikan arsitektur bangunan, pohon dan orang-orang yang akan digunakan. Mencari di internet dapat membantu memperoleh banyak informasi mengenai ini.
  4. Trowongan dan jembatan adalah obyek yang sangat menarik di dalam layout yang sedang dibangun.
  5. Jangan lupa merancang bentuk stasion kereta api disesuaikan dengan thema yang ada.
  6. Siapkan jalan raya, gravel , mobil dan perlintasan kereta api. Jika mengusung thema tempo doeloe sebaiknya mobil dan perlintasan disesuaikan dengan kondisi tempo doeloe.

model jembatan cisomang

Semakin banyak detail yang ditonjolkan di sebuah layout, akan membuat layout semakin menarik dan lebih realistis.
Saat ini banyak dijual model bangunan yang sudah jadi. Tetapi banyak orang yang memilih membuat sendiri dengan kayu balsa dan cat agar bangunan dapat disesuaikan dengan thema yang ada. Sebagai tambahan di latar belakang dapat menggunakan gambar-gambar pemandangan yang dicetak di kertas ukuran lebar sebagai tambahan dekorasi.