Maket dan KM&L

April 15th, 2008 | by Hedwig™ |

Iwan Mbah Spoor
Artikel oleh Iwan D. Irawanto, Surabaya

Rekan pemula berkunjung. Ia baru saja memiliki startset Maerklin dijital. Loknya klas V100 dan sejumlah gerbong barang. Obrolan digelar. Inilah asyiknya kongkow dengan rekan sehobi. Dalam perbincangan, selalu dan mestinya ada yang baru.

Ruang yang dimiliki, cukup untuk meja layout sekitar 2 X 2,5 meter. Kita gantian corat coret di potongan kertas bekas. Dia pingin layout begini, saya usul begitu. Saling ngisi lah. Lalu, saya terpana dengan paparan rencana dioramanya. Di atas meja, akan digelar karpet hijau – laksana padang rumput. Track ditata di atasnya. “Bagus kan ?”, tukasnya.

“Malah jelek banget”, kalimat ini, meluncur begitu saja dari mulut saya. Ia pun kaget. Bayangan diorama yang diangankan selama ini, terhapus begitu saja. Cepat dan bersih. Malah saya tambahi : “kalau itu yang Anda buat, akan menambah perbendaharaan layout jelek yang pernah saya lihat”.

Gambaran rekan tadi, bagi saya déjà vu.
Awal ngrintis hobi ini, rekan seangkatan nyuri start. Selagi saya masih bingung nyari2 referensi, ia sudah mbangun meja. Ukurannya 1,5 X 3,5 meter untuk skala N. Lembaran triplek ditata dan karpet hijau di gelar. Track dirangkai dan disusun. Track yang naik turun, ditopang tiang2 dan jembatan besi. Replika stasiun dan gedung2 diletakkan. Empat rangkaian dijalankan di jalur masing2. Bersilang arah…wuiih ramai. Setiap jalur, dikendalikan satu transformer. Murni boros enerji.

Konstruksi mejanya hebat. Sekelilingnya ditutup kaca. Di bagian2 tertentu, ada jendela2 kupu untuk perawatan. Selebihnya, dijamin bebas debu. Ia nggak sabar nunggu komentar : “bagus kan?!”. Saya nggak ngerti mau njawab apa ? Wong melangkah saja belum.
Mahami relhobi masih bab satu – alias baru niatan. Titik beratnya kemana, juga bingung. Ke tehnik atau diorama ? Semua masih sebatas mata memandang pada gambar2 yang bisa saya kumpulin. Dan sepanjang saya tahu, perwujudannya nggak seperti ini. Toh, saya nyoba nyambung : “waah bagus…rapi sekali”. Hidung saya mekar…tanda berbohong…(kalau Pinokio molor). Mestinya, saya bilang yang jelek itu jelek dan baik itu baik. Yaaa…. kita ini lebih rikuh pakewuh ketimbang jujurnya.

Apa yang saya lihat, begitu jauh dari proses olah kreatifitas. Semua serba kaku. Menjadi benda mati dalam kotak kaca. Andai dibawah kereta modelnya diberi tulisan biography, persis artefak di museum. Kereta model yang ada, tidak bermakna lagi. Padahal, replika ini ‘hidup’. Mewakili sejarah peradaban dan obsesi kita sendiri.

Layout dan KM&L

Saya yang sejak kecil kesengsem dengan steamlok, terbawa sampai sekarang. Kemana pun mata memandang gambar2 di buku katalog, baliknya nancep ke halaman steamlok. Ada memory yang telanjur nyangkut di situ…..Plus suasananya seperti yang pernah saya lihat di suatu masa. Malang sekitar ‘60an, di depan rumah ada jalur yang menghubungkan stasiun Blimbing ke Tumpang. Nggak salah ingat, loknya mirip klas 64. Nyeret gerbong penumpang dan barang. Isinya, pedagang hasil bumi. Yang diangkut ya gebokan daun pisang, ketela pohon dan lainnya. Saban lewat, saya nitip satu dua batang paku. Habis dilindas, jadilah keris atau pedang kecil….asyiik. Generasi muda, kecantol diesel dan elektriklok – bab model inilah yang dilihat sejak bayi procot….

Mau nggak mau, suasana sekitar yang melatarbelakangi ikut kebawa. Keramaian di stasiun, kota, kontour alam, kesibukan di gudang barang dan lain sebagainya.

Obsesi seperti inilah yang mendasari pengembangan hobi ini di mana pun. Menjadi pendorong berkekuatan besar bagi produsen kereta model dan aksesorinya. Mereka berlomba menjadi pencipta replika paling otentik. Roco yang pernah memperkecil skala gerbongnya menjadi 100, dimanfaatin Maerklin untuk nyerang balik dengan jargon baru : the real HO (87).
Ke otentikan skala, membuat satu produsen unggul dan lainnya tumbang. Ketidakseriusan Lifelike pada produk standar, membuatnya kehilangan pasar dan menyerahkan menejemennya ke grup Walthers. Begitu juga dengan Roundhouse yang pasrah bongkokkan ke Horizon yang sebelumnya mengakuisisi Athearn. Bachmann terpaksa memperbaiki parts2 nya agar lebih otentik lagi.

Di replika skeneri, tidak kalah seru. Busch, Faller dan Woodland Scenic bertarung habis2 an. Berlomba membuat foam terbaik, serbuk semen, rumput dan lainnya dengan jargon : paling otentik.

Saya ceritakan bahwa : impian membuat layout yang ‘otentik’ inilah yang membuat milis KML hidup. Ada yang begitu terobsesi dengan suasana di pelabuhan. Ada yang pingin sekhas daerahnya yang banyak ditumbuhi pohon pisang. Ada yang tekun menciptakan jembatan panjang seperti yang dilihatnya di kawasan Jawa Barat. Atau lainnya….

Diorama meja layout milik rekan pencuri start, kini sudah berubah. Karpet hijaunya diganti kontour2 berumput yang apik. Rekan baru, masih ingin memasang karpet – untuk sementara. “Gak masalah. Kalau ada pameran property, ikutin saja…he…he…he….”, bercanda (iwan- surabaya).

Foto : armawan

  1. 5 Responses to “Maket dan KM&L”

  2. By antoNo Gravatar on Jun 9, 2008 | Reply

    wah bagus ya koleksi miniatur keretanya.

  3. By fajarNo Gravatar on Jun 26, 2008 | Reply

    Om…cari KA-model yang lengkap dmn?minta list’nya dong…
    koleksinya bagus bgt jd pingin punya walau saya orang baru… :)

    Hedwig™: Untuk lokasi penjual kereta api model sekaligus jika ingin mengetahui lebih lanjut, datang ke: http://www.keretamodel.com/shop-location

  4. By Soegiarso WidodoNo Gravatar on Agu 12, 2008 | Reply

    wah huebat tuh maketnya, suasana dioramanya kayak beneran (nyata), terutama dalam hal pewarnaan.

    oh ya klu rekan-2 membutuhkan bahan-bahan tambahan untuk aksesoris dioramanya misal: profil-2 untuk menara, jembatan, atau pohon-2 nya dan lain-lainnya bisa hubungi kami.
    CV Bintang Palapa, Jl.Tunjungan 33 Surabaya, telp 031 5323153, 5353074, Fax: 031 5316964, email: b.palapa@yahoo.com
    atau kunjungi kami di:

    Bahan dan Aksesoris MAKET
    http://www.tokofree.com/bintang-palapa

    AIRBRUSH dan aksesorisnya
    http://www.tokofree.com/bintangpalapa

  5. By adityaNo Gravatar on Sep 9, 2008 | Reply

    mas, saya pengen punya replika gerbong kreta api bima + lokomotifnya harus beli d mana? tolong ksh tau alamatnya yg lengkap n no.tlpNya ya…

  6. By ElingNo Gravatar on Sep 30, 2008 | Reply

    klik aja shop location,
    u/ gerbong & lok supaya mirip, anda harus customize sendiri warna gerbong & loknya atau serahkan ke ahlinya u/ pengecatan,
    silahkan klik link ini untuk frateschi http://www.frateschi.com.br

Post a Comment