Kereta Model dan Energi Listrik

Biaya Listrik saat bermain kereta modelSeorang pecinta kereta api model sudah pasti senang berlama-lama berada di depan layoutnya sambil mengatur perjalanan kereta api dan sistem signal serta wesel-weselnya. Kadang mereka berada seharian di depan panel kontrol dan sibuk mengawasi setiap perjalanan yang ada. Waktu berjam-jam dihabiskan oleh para penggila kereta api ini, bahkan beberapa hanya berhenti untuk buang air dan makan atau minum.

Baru-baru ini pemerintah Indonesia tercinta melalui presiden telah dengan semena-mena menaikan harga BBM yang tentu saja berimbas ke seluruh komponen harga lainnya, salah satunya kenaikan harga pemakaian listrik.

Listrik adalah sumber daya utama bagi pecinta kereta model untuk dapat menggerakan kereta-kereta kecil itu meliuk-liuk di pegunungan buatan.
Tanpa disadari, modeler sebenarnya telah menghabiskan banyak pasokan listrik untuk bermain kereta api.

Sebagai contoh: Seorang modeler memiliki ruang layout yang diterangi dengan 5 buah lampu hemat energi berdaya masing-masing 20 Watt, 1 AC dengan kapasitas 800 Watt dan tentu saja kereta model serta aksesorinya, anggap saja setiap item kereta model memakan daya 20 Watt DC dan semua berjumlah 15 item (loco, signal, wessel, lampu, dll).
Lama bermain kereta model rata-rata 5 jam.
Dengan hitungan kasar, akan diperoleh angka pemakaian sebesar 800 + (20 x 5) + (20 x 15) = 1.200 Watt!. Setara dengan kapasitas rumah sederhana.
Dengan rata-rata pemakaian selama 5 jam, maka akan diperoleh nilai pemakaian energi sebesar: 1,2 KW x 6 = 7.2 KWH.
Jika harga listrik PLN yang masih subsidi adalah sebesar 500 Rupiah per KWH, maka selama bermain, si modeler akan menguras kantong sebanyak 3.650 Rupiah, kali setiap hari main selama sebulan, dia harus mbayar ke PLN sebesar 109.512 Rupiah. (TDL yang baru berapa ya?).

Selamat bermain, jangan lupa mbayar listrik :)

You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed.
You can leave a response, or trackback from your own site.

12 Responses to “Kereta Model dan Energi Listrik”

  1. Indra KrishnamurtiNo Gravatar says:

    Wah, udah kayak mas Priyadi aja, lengkap dengan hitung2annya. Tapi mosok to sebanyak itu? Lampu, misalnya, mungkin cukup 2 aja tambah 1 lampu portable kalau perlu. AC juga ada yang cuma 300 watt. Satu lok HO cuma perlu sekitar 1 ampere, gak sampai 20 watt. Coba lihat rating trafonya. Terus, kayaknya kalau main sampai 5 jam itu apa ndak kelamaan ya?

  2. andriNo Gravatar says:

    beli miniatur kereta model indonesia dimana yang baik????????

  3. HerazNo Gravatar says:

    Beli miniatur/mainan kereta digital & analog itu dimana ! tolong ya please !!!!!!!!

  4. coycoyNo Gravatar says:

    Di mana saya bsa mndaptkn brosur miniatur KA???

    Hedwig™: Coba disearch melalui google dengan kata kunci ‘train model catalogue’

  5. anjarNo Gravatar says:

    saya mau tanya, untuk pembelian satu lokomotif dan delapan gerbong kereta beserta relnya biasanya menghabiskan biaya berapa ??? dan lebih baik beli nya dimana???

    Hedwig™: Biasanya starter set berharga 1.5 juta, sudah termasuk controller dan tentu saja relnya.

  6. ArisNo Gravatar says:

    TEMPAT PENJUALAN KERETA MODEL(MINIATUR)DI DAERAH MANA? (NAMA TOKO PENJUAL)TRIMS

    Hedwig™: Silahkan disimak di http://www.keretamodel.com/shop-location

  7. SugengNo Gravatar says:

    Kulo nuwun, sy pingin gabung mas Hedwig, saya sudah banyak baca2 katalog kereta model dari banyak merk, yang masih buat saya bingung untuk pilih antara type 2 rel dan 3 rel itu apa? (kelebihan & Kekurangannya) dan tolong bantu untuk pilih merk & spec starter set (yang type digital), terimakasih.

    Hedwig™: Halo salam kenal.

    Rel dengan type 2 atau 3 mungkin agak bingung ya. Yang jelas, jumlah relnya tetap 2, seperti rel yang kita lihat sehari-hari.
    Maksut 2 Rel, biasanya untuk system DC (Analog maupun Digital), dimana kutub listrik berada pada masing-masing rel (misal yang kiri negatif dan yang sebelah kanan positif).
    Maksut 3 Rel, adalah rel biasa tetapi ada bagian konduktor (berupa titik) di tengah bantalan. System seperti ini adalah untuk system listri AC (Bagian rel phase, dan titik-titik di tengah bantalan adalah netral).

    Keunggulan dari system AC adalah kita dapat membuat formasi layout serumit apapun, karena dengan menempatkan ‘netral’ di tengah maka kecil kemungkinan terjadi short. Sedangkan untuk system DC, karena plus dan min berada di masing-masing rel, maka layout yang rumit harus disertai isolator dan pembalik arus.

    Untuk lebih gampangnya, coba buat ilustrasi rel berbentuk angka delapan, kemudian terapkan system DC dan system AC.

    Semoga membantu

  8. SugengNo Gravatar says:

    o ya budget 5jt, (sdh dpt Marklin apa belum ya)

    Hedwig™: Sudah

  9. SugengNo Gravatar says:

    Terima kasih mas, sangat membantu…
    Saya & anak saya kan pemula, harus pilih yang AC or DC ya ? Kira2 kalo sdh pny yang DC mau di upgrade ke AC apa bisa ?

    Trainz Cafe di PIM jkt itu minggu apa buka ya ? Sy posisi di Gresik Jatim Thaks

    Bisa infokan Marklin yang type apa ya mas dgn harga segitu ?

    Hedwig™: Wah pilihan AC atau DC sebenarnya tergantung niat awalnya he he he. Yang jelas, AC System digunakan oleh Marklin. Sementara merek lainnya kebanyakan menggunakan DC System.

    Trainz Cafe di PIM, setahu saya buka setiap hari koq. Jika nanti ke Jakarta silahkan mampir kesana atau gerai lainnya di: http://www.keretamodel.com/shop-location/

    Budget 5Juta Rupiah Untuk Marklin sudah cukup untuk mendapatkan Starter-Set. Pilihannya tergantung Anda dan Keluarga tentunya. Cuman jika menginginkan collecting items, sepertinya budget segitu masih terlalu mepet :)

    salam

  10. SugengNo Gravatar says:

    Wah rasanya sy harus rajin nanya2 dulu nih mas, maaf pemula…
    Saya sdh buka ’shop location’ and sdh contact sama pak frans bandung, tapi soal AC or DC dan Analog or Digital masih belum paham betul (untuk dipilih) masalah collection items rasannya belum perlu mas, yang penting “”harus memulai dulu”" biar segera bs gabung dgn rekan2 railfans.
    Kasih saran mas pilih yang apa ? (pinginnya ya berkembang nantinya)
    terimakasih …. salam

    Hedwig™: Biar gampang, AC dan DC adalah system power supply ke motor listrik yang terdapat didalam loco. Hati-hati, jangan menaruh kereta dengan system AC ke rel DC, pasti akan terjadi short dan dapat merusak trafo sampai controller.

    Digital dan Analog dapat diimplementasikan pada system AC maupun DC.
    Pada system analog, kecepatan kereta dihasilkan dari besar-kecilnya tegangan yang masuk ke motor listrik. Begitu juga untuk maju dan mundur, polarisasinya saja yang dirubah.
    Sementara pada system Digital, loko seolah independen tidak terlalu terpengaruh dengan tegangan dan polarisasi, karena ada decoder yang ditanam di loko yang akan melakukan semua fungsi secara digital.

    Nah untuk merek dan system sebenarnya tergantung “niat diawal”. Di Indonesia saat ini, pemain system DC lebih banyak dibanding dengan system AC. Salah satu alasannya adalah, mulai banyak merek dengan system DC yang meluncurkan produknya dengan harga yang terjangkau banyak orang.

  11. SugengNo Gravatar says:

    Semakin cerah mas … he he he
    matur nuwun

  12. dhion prasetyaNo Gravatar says:

    Om Hed,numpang iklan ya.. :)

    Ingin punya sepur model idaman anda???
    Hubungi saya di :
    085239063066
    atau YM : rawon_customs
    melayani seluruh Indonesia.

    http://www.beacukai.go.id/KPU_Priok

    trims om..

Leave a Reply