Archive

Archive for the ‘Frateschi’ Category

Modifikasi U20C Frateschi menjadi Loko CC201

Indra Krishnamurti

Artikel oleh Indra Krishnamurti

Belakangan ini para penggemar model kereta api Indonesia cukup dimanjakan dengan adanya banyak model lokomotif yang bisa diadaptasikan menjadi model prototipe yang ada di Indonesia – dengan harga yang relatif murah! Ya, anda bisa mendapatkan sebuah model U20C dengan harga sekitar Rp. 500 ribu, atau model G12 (A-1-A) dengan harga sekitar Rp. 750 ribu. Jauh di bawah harga model Kato atau Atlas, yang masih memerlukan banyak modifikasi agar bisa menjadi mirip dengan prototipe lokomotif Indonesia.

Kali ini saya akan membahas modifikasi model U20C dari Frateschi menjadi CC201. Modifikasi yang saya lakukan ini sederhana dan memakan waktu hanya tiga-empat jam saja.
Memang hasilnya tidak 100 persen akurat, tapi bisa dijamin bahwa semua penggemar kereta api Indonesia akan langsung bisa mengidentifikasi bahwa model yang barusan anda modifikasi ini adalah model CC201.

U20C atau CC201

Dari kiri atas searah jarum jam: U20C yang tidak dimodifikasi, CC201, model U20C yang dicat PTKA tanpa diperpendek, artist impression of U20C yang diperpendek, CC201 putih.

Read the rest of this entry »

Modifikasi BB200 Frateschi

Indra KrishnamurtiArtikel oleh Indra Krishnamurti

Di wilayah DAOP IV, Semarang, Loko seri BB200 masih sering terlihat berkeliaran untuk menarik rangkaian atau sekedar sebagai lok langsir. Salah satu rangkaian yang masih dehela oleh lok seri ini adalah Kaligung Ekonomi, yang melayani rute Semarang Poncol – Tegal PP.

Sebagai seorang railfans yang menyukai bentuk lok lokal, ternyata dapat menikmati lok ini dari sebagai sebuah kereta model. Sekali lagi, produksi keluaran Frateschi yang harus rela dipermak sedikit untuk dapat menjadi lok BB200 yang khas Indonesia.

Untuk dapat memulainya, sebaiknya menyiapkan bahan-bahan dan peralatanberikut ini:

  • Model G12 A-1-A Frateschi (nomor seri 3057), atau lebih baik: chassis G12 A-1-A dan body shell G12 yang standar.
  • Potongan plastik PVC/lembaran plastik bekas kotak cd atau disket.
  • Potongan sprue (rangka) model kit.
  • Lem plastik Tamiya.
  • Dempul Sanpolac, Dempul (putty) Tamiya.
  • Superglue, lem putih/Fox.
  • Amplas no 320, 400, 600, 1000 sampai 1500
  • Cutter besar dan cutter kecil
  • Masking tape Tamiya, Masking tape Nashua yang berwarna krem
  • Thinner Impala, Thinner ‘levelling thinner Gunze Sangyo’
  • Cat semprot Tamiya
  • Primer semprot Tamiya atau Gunze Sangyo
  • Kuas-kuas untuk mengecat model (Tamiya)
  • Sikat gigi bekas yang bersih
  • Kain lap, tissue
  • dan jangan lupa kotak P3K, accidents do happen!

Read the rest of this entry »

Modifikasi Frateschi

Banyak yang mengatakan bahwa hobby kereta api model adalah sebuah hobby yang mahal. Buat saya, “mahal” itu relative. Kereta api model selain dikoleksi, dapat juga disimpan sebagai barang investasi. Beberapa items bahkan memiliki harga yang sangat tinggi karena kualitasnya yang sangat baik dan produksi yang terbatas. Jika kita mencari di ebay, banyak ditawarkan kereta model koleksi dengan harga yang sangat tinggi, ini dapat menandakan bahwa kereta model dapat dijadikan barang investasi.

Saya bahkan menyebutkan bahwa kereta api model adalah sebuah investasi yang lebih baik daripada menanam anthurium atau ikan arwana.

Tetapi bagi para pecinta kereta api yang hendak memulai hobby ini, saat ini banyak ditawarkan beragam model dan harga yang bervariasi. Salah satunya adalah Frateschi.

Frateschi memiliki produk kereta model yang mirip dengan kereta api yang ada di Indonesia selain harganya yang masih tergolong murah. Tidak 100% mirip, sedikit modifikasi memang harus dilakukan agar dapat sesuai dengan bentuk dan ukuran (dalam skala) dengan kereta api yang hilir mudik di jalur-jalur kereta api di Indonesia.
Sebut saja lokomotif Frateschi U-20-C yang mirip dengan loko CC201 dan loko CC202 milik PT.Kereta Api (persero). Tinggal melakukan modifikasi sedikit dan pengecatan, hasilnya akan sama dengan loko aslinya.
Tetapi yang perlu diperhatikan adalah saat hendak membuat CC201, Frateschi U-20-C yang anda beli harus rela dibelah dua dan dibuang sebagian chassis dan bodynya agar sesuai dengan skala ukuran aslinya, sementara untu membuat loko CC202 hanya ada perubahan sedikit di detailnya.

Indra Krishnamurti merombak Frateschi

Indra "IDO" Krishnamurti merekondisi U-20-C menjadi CC201

Selain itu juga ada loko Frateschi G12 A-1-A, yang di Indonesia mirip dengan BB200 yang masih banyak ditemukan di jalur kereta api disekitar Semarang. Sama seperti Frateschi U-20-C, G12 A-1-A juga harus dipermak untuk menghasilkan kondisi yang mirip.

Beberapa toko kereta api model di Jakarta bahkan menjual loko-loko frateschi ini dengan kondisi undecorated alias masih berwarna hitam legam. Bahkan ada juga yang menjualnya tanpa mesin sehingga harganya cukup murah lagi.
Sebagai seorang modeller yang ingin membuat sebuah karya kereta api model, Frateschi adalah pilihan yang saya pikir cocok. Alasan utamanya adalah harga yang murah.

Bayangkan jika harus memotong, mengamplas dan mencat ulang Märklin anda yang berharga selangit

Kebanyakan produk Frateschi datang dengan sistem analog. Hal ini juga menarik, karena kita dapat mengembangkan sistem analog ini menjadi digital. Sebuah pekerjaan yang tidak terlalu rumit karena universal decoder digital sudah dapat dibeli. Dan dengan bantuan solder serta menyambung kabel, Frateschi anda sudah mendukung sistem digital.