<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kereta Api Model &#187; Diorama</title>
	<atom:link href="http://www.keretamodel.com/category/diorama/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.keretamodel.com</link>
	<description>Penggemar Kereta Api Model Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Jul 2009 04:03:05 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.5</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Kereta Model dan Energi Listrik</title>
		<link>http://www.keretamodel.com/kereta-model-dan-energi-listrik/</link>
		<comments>http://www.keretamodel.com/kereta-model-dan-energi-listrik/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Jun 2008 10:05:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hedwig™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diorama]]></category>
		<category><![CDATA[Kereta Model]]></category>
		<category><![CDATA[energy]]></category>
		<category><![CDATA[listrik]]></category>
		<category><![CDATA[rail model]]></category>
		<category><![CDATA[Railfans]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.keretamodel.com/?p=48</guid>
		<description><![CDATA[Seorang pecinta kereta api model sudah pasti senang berlama-lama berada di depan layoutnya sambil mengatur perjalanan kereta api dan sistem signal serta wesel-weselnya. Kadang mereka berada seharian di depan panel kontrol dan sibuk mengawasi setiap perjalanan yang ada. Waktu berjam-jam dihabiskan oleh para penggila kereta api ini, bahkan beberapa hanya berhenti untuk buang air dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-49" title="listrik mahal" src="http://www.keretamodel.com/wp-content/uploads/2008/06/keretamodel_plnlistrik.jpg" alt="Biaya Listrik saat bermain kereta model" width="181" height="166" />Seorang pecinta kereta api model sudah pasti senang berlama-lama berada di depan layoutnya sambil mengatur perjalanan kereta api dan sistem signal serta wesel-weselnya. Kadang mereka berada seharian di depan panel kontrol dan sibuk mengawasi setiap perjalanan yang ada. Waktu berjam-jam dihabiskan oleh para penggila kereta api ini, bahkan beberapa hanya berhenti untuk buang air dan makan atau minum.</p>
<p>Baru-baru ini pemerintah Indonesia tercinta melalui presiden telah <span style="text-decoration: line-through;">dengan semena-mena</span> menaikan harga BBM yang tentu saja berimbas ke seluruh komponen harga lainnya, salah satunya kenaikan harga pemakaian listrik.</p>
<p>Listrik adalah sumber daya utama bagi pecinta kereta model untuk dapat menggerakan kereta-kereta kecil itu meliuk-liuk di pegunungan buatan.<br />
Tanpa disadari, modeler sebenarnya telah menghabiskan banyak pasokan listrik untuk bermain kereta api.</p>
<p>Sebagai contoh: Seorang modeler memiliki ruang layout yang diterangi dengan 5 buah lampu hemat energi berdaya masing-masing 20 Watt, 1 AC dengan kapasitas 800 Watt dan tentu saja kereta model serta aksesorinya, anggap saja setiap item kereta model memakan daya 20 Watt DC dan semua berjumlah 15 item (loco, signal, wessel, lampu, dll).<br />
Lama bermain kereta model rata-rata 5 jam.<br />
Dengan hitungan kasar, akan diperoleh angka pemakaian sebesar 800 + (20 x 5) + (20 x 15) = 1.200 Watt!. Setara dengan kapasitas rumah sederhana.<br />
Dengan rata-rata pemakaian selama 5 jam, maka akan diperoleh nilai pemakaian energi sebesar: 1,2 KW x 6 = 7.2 KWH.<br />
Jika harga listrik PLN yang masih subsidi adalah sebesar 500 Rupiah per KWH, maka selama bermain, si modeler akan menguras kantong sebanyak 3.650 Rupiah, kali setiap hari main selama sebulan, dia harus mbayar ke PLN sebesar 109.512 Rupiah. (TDL yang baru berapa ya?).</p>
<p>Selamat bermain, jangan lupa mbayar listrik <img src='http://www.keretamodel.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.keretamodel.com/kereta-model-dan-energi-listrik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Maket dan KM&amp;L</title>
		<link>http://www.keretamodel.com/maket-dan-kml/</link>
		<comments>http://www.keretamodel.com/maket-dan-kml/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Apr 2008 07:31:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hedwig™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diorama]]></category>
		<category><![CDATA[Kereta Model]]></category>
		<category><![CDATA[KM&L]]></category>
		<category><![CDATA[Layout]]></category>
		<category><![CDATA[Maket]]></category>
		<category><![CDATA[Modeling]]></category>
		<category><![CDATA[Pemula]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.keretamodel.com/?p=32</guid>
		<description><![CDATA[
Artikel oleh Iwan D. Irawanto, Surabaya
Rekan pemula berkunjung. Ia baru saja memiliki startset Maerklin dijital. Loknya klas V100 dan sejumlah gerbong barang. Obrolan digelar. Inilah asyiknya kongkow dengan rekan sehobi. Dalam perbincangan, selalu  dan mestinya ada yang baru.
Ruang yang dimiliki, cukup untuk meja layout sekitar 2 X 2,5 meter. Kita gantian corat coret di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.keretamodel.com/wp-content/uploads/2008/04/mbahsepurs.jpg" alt="Iwan Mbah Spoor" /><br />
<em>Artikel oleh Iwan D. Irawanto, Surabaya</em></p>
<p>Rekan pemula berkunjung. Ia baru saja memiliki startset Maerklin dijital. Loknya klas V100 dan sejumlah gerbong barang. Obrolan digelar. Inilah asyiknya kongkow dengan rekan sehobi. Dalam perbincangan, selalu  dan mestinya ada yang baru.</p>
<p>Ruang yang dimiliki, cukup untuk meja layout sekitar 2 X 2,5 meter. Kita gantian corat coret di potongan kertas bekas. Dia pingin layout begini, saya usul begitu. Saling ngisi lah. Lalu, saya terpana dengan paparan rencana dioramanya. Di atas meja, akan digelar karpet hijau – laksana padang rumput. Track ditata di atasnya. “Bagus kan ?”, tukasnya.</p>
<blockquote><p>“Malah jelek banget”, kalimat ini, meluncur begitu saja dari mulut saya. Ia pun kaget. Bayangan diorama yang diangankan selama ini, terhapus begitu saja. Cepat dan bersih. Malah saya tambahi : “kalau itu yang Anda buat, akan menambah perbendaharaan layout jelek yang pernah saya lihat”.</p></blockquote>
<p>Gambaran rekan tadi, bagi saya <em>déjà vu</em>.<br />
Awal ngrintis hobi ini, rekan seangkatan nyuri start. Selagi saya masih bingung nyari2 referensi, ia sudah mbangun meja. Ukurannya 1,5 X 3,5 meter untuk skala N. Lembaran triplek ditata dan karpet hijau di gelar. Track dirangkai dan disusun. Track yang naik turun, ditopang tiang2 dan jembatan besi. Replika stasiun dan gedung2 diletakkan. Empat rangkaian dijalankan di jalur masing2. Bersilang arah…wuiih ramai. Setiap jalur, dikendalikan satu transformer. Murni boros enerji.</p>
<p>Konstruksi mejanya hebat. Sekelilingnya ditutup kaca. Di bagian2 tertentu, ada jendela2 kupu untuk perawatan. Selebihnya, dijamin bebas debu. Ia nggak sabar nunggu komentar : “bagus kan?!”. Saya nggak ngerti mau njawab apa ? Wong melangkah saja belum.<br />
Mahami relhobi masih bab satu – alias baru niatan. Titik beratnya kemana, juga bingung. Ke tehnik atau diorama ? Semua masih sebatas mata memandang pada gambar2 yang bisa saya kumpulin. Dan sepanjang saya tahu, perwujudannya nggak seperti ini. Toh, saya nyoba nyambung : “waah bagus…rapi sekali”. Hidung saya mekar…tanda berbohong…(kalau Pinokio molor). Mestinya, saya bilang yang jelek itu jelek dan baik itu baik. Yaaa…. kita ini lebih rikuh <em>pakewuh</em> ketimbang jujurnya.</p>
<p>Apa yang saya lihat, begitu jauh dari proses olah kreatifitas. Semua serba kaku. Menjadi benda mati dalam kotak kaca. Andai dibawah kereta modelnya diberi tulisan biography, persis artefak di museum. Kereta model yang ada, tidak bermakna lagi. Padahal, replika ini ‘hidup’. Mewakili sejarah peradaban dan obsesi kita sendiri.</p>
<p style="text-align: center"><img src="http://www.keretamodel.com/wp-content/uploads/2008/04/mbahspoor2.jpg" alt="Layout dan KM&amp;L" /></p>
<p>Saya yang sejak kecil kesengsem dengan steamlok, terbawa sampai sekarang. Kemana pun mata memandang gambar2 di buku katalog, baliknya nancep ke halaman steamlok. Ada memory yang telanjur nyangkut di situ…..Plus suasananya seperti yang pernah saya lihat di suatu masa. Malang sekitar ‘60an, di depan rumah ada jalur yang menghubungkan stasiun Blimbing ke Tumpang. Nggak salah ingat, loknya mirip klas 64. Nyeret gerbong penumpang dan barang. Isinya, pedagang hasil bumi. Yang diangkut ya gebokan daun pisang, ketela pohon dan lainnya. Saban lewat, saya nitip satu dua batang paku. Habis dilindas, jadilah keris atau pedang kecil….asyiik. Generasi muda, kecantol diesel dan elektriklok – bab model inilah yang dilihat sejak bayi procot….</p>
<blockquote><p>Mau nggak mau, suasana sekitar yang melatarbelakangi ikut kebawa. Keramaian di stasiun, kota, kontour alam, kesibukan di gudang barang dan lain sebagainya.</p></blockquote>
<p>Obsesi seperti inilah yang mendasari pengembangan hobi ini di mana pun. Menjadi pendorong berkekuatan besar bagi produsen kereta model dan aksesorinya. Mereka berlomba menjadi pencipta replika paling otentik. Roco yang pernah memperkecil skala gerbongnya menjadi 100, dimanfaatin Maerklin untuk nyerang balik dengan jargon baru : the real HO (87).<br />
Ke otentikan skala, membuat satu produsen unggul dan lainnya tumbang. Ketidakseriusan Lifelike pada produk standar, membuatnya kehilangan pasar dan menyerahkan menejemennya ke grup Walthers. Begitu juga dengan Roundhouse yang pasrah bongkokkan ke Horizon yang sebelumnya mengakuisisi Athearn. Bachmann terpaksa memperbaiki parts2 nya agar lebih otentik lagi.</p>
<p>Di replika skeneri, tidak kalah seru. Busch, Faller dan Woodland Scenic bertarung habis2 an. Berlomba membuat foam terbaik, serbuk semen, rumput dan lainnya dengan jargon : paling otentik.</p>
<p>Saya ceritakan bahwa : impian membuat layout yang ‘otentik’ inilah yang membuat milis KML hidup. Ada yang begitu terobsesi dengan suasana di pelabuhan. Ada yang pingin sekhas daerahnya yang banyak ditumbuhi pohon pisang. Ada yang tekun menciptakan jembatan panjang seperti yang dilihatnya di kawasan Jawa Barat. Atau lainnya….</p>
<p>Diorama meja layout milik rekan pencuri start, kini sudah berubah. Karpet hijaunya diganti kontour2 berumput yang apik. Rekan baru, masih ingin memasang karpet – untuk sementara. “Gak masalah. Kalau ada pameran property, ikutin saja…he…he…he….”, bercanda (iwan- surabaya).</p>
<p><em>Foto : armawan</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.keretamodel.com/maket-dan-kml/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Analog atau Digital ?</title>
		<link>http://www.keretamodel.com/analog-atau-digital/</link>
		<comments>http://www.keretamodel.com/analog-atau-digital/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Feb 2008 06:40:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hedwig™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diorama]]></category>
		<category><![CDATA[Kereta Model]]></category>
		<category><![CDATA[Analog]]></category>
		<category><![CDATA[Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Model]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.keretamodel.com/?p=23</guid>
		<description><![CDATA[
Artikel oleh Iwan D. Irawanto, surabaya 
Analog atau Digital ?!
Analog ! Pilihan sudah diputuskan. Meja dibangun, track dipasang. Menyusul system kelistrikan. Diujicoba &#8211; semua beres. Lancar. Seiring waktu, jumlah lokomotif dan gerbong bertambah. Saya berniat untuk memenuhi kelengkapan grup BNSF saja. Kini kurang dua roadname : Northern Pacific dan BNSF. Semata karena modelnya belum sesuai.
Tahun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.keretamodel.com/wp-content/uploads/2008/04/mbahsepurs.jpg" alt="Iwan Mbah Spoor" /><em><br />
Artikel oleh Iwan D. Irawanto, surabaya </em></p>
<p><strong>Analog atau Digital ?!</strong></p>
<p>Analog ! Pilihan sudah diputuskan. Meja dibangun, track dipasang. Menyusul system kelistrikan. Diujicoba &#8211; semua beres. Lancar. Seiring waktu, jumlah lokomotif dan gerbong bertambah. Saya berniat untuk memenuhi kelengkapan grup BNSF saja. Kini kurang dua roadname : Northern Pacific dan BNSF. Semata karena modelnya belum sesuai.</p>
<p>Tahun lalu, Bachmann Industries merilis DCC EZ. Harganya kejangkau kantong. Lok dijital standarnya, bahkan  lebih murah dibanding produk analognya Athearn atau Atlas. Terobosan baru ? Tidak juga. DCC EZ adalah warisan Digital Lenz generasi I (basic). Dulu digunakan Roco Austria dengan nama Digital’s Cool. Melihat speknya, saya kepincut juga. Andai saya rubah, tidak ada yang sulit. Sistem kontrolnya tinggal diganti. Decoder tinggal nancepin. Sebagian lok memiliki colokan, yang kopongan bisa dicangkok. Bengkel kereta model di Cibadak, Bandung bisa merubah kurang dari sejam.</p>
<p>Rencana disusun. Inves terbesar pada decoder. Kalau harga disini 30 $, tinggal ngalikan jumlah lok. Sekarang ada 30 unit. Laaama coretan di kertas saya pandangi, tapi tak kunjung saya lanjuti. Uang bisa dicari, decoder bisa dibeli. Yang tidak saya temukan, justru alasannya, Kenapa harus merubah kalau tidak ada masalah mendasar? Selama ini, lima rangkaian di meja layout US HO berjalan baik2 saja. Lampu2nya berpendar cantik. Motornya bekerja mulus. Roda2nya menggelinding lancar menyusuri rel tanpa gangguan stroom loss sedikit pun. Lantas apa?</p>
<p>DCC basic hanya untuk perintah jalan, ngatur kecepatan, bunyi bel dan mati hidupkan lampu. DCC cangihlah yang memiliki tambahan fungsi sound sangat banyak. Dan…..tentu saja lebih mahal. Untuk melengkapinya, per unit lok harus disuntik 1,2 jutaan rupiah. Naaah……Selebihnya, rangkaian bergerak ditentukan jalur2 layout track.</p>
<p style="text-align: center"><img src="http://www.keretamodel.com/wp-content/uploads/2008/02/iwand_photo_011.jpg" alt="iwand_photo_011.jpg" /></p>
<p>Sejak microchip ditanamkan pada replika kereta model sekitar tahun 90-an, wacana system kendali ini pun berubah. Produsen berlomba menawarkan fasilitas yang sama. Di Amerika dimotori Digitrax dan di Jerman dipandu Lenz dan Uhlenbrock. Hasilnya, berbeda beda. Ujung2nya, bukan hanya pehobi yang gundah – produsen pun bingung. Lantaran system satu dan lainnya, nggak nyambung. Dan produsen yang paling kacau, adalah Fleischmann. Usaha mempertaruhkan dijital FMZ nya buatan Uhlenbrock gagal total. Untuk menoleransi penggemar fanatiknya, akhirnya merilis Digital Twin yang dapat digunakan mengendalikan FMZ dan DCC. Setelah itu, produksi decoder FMZnya resmi dihentikan.</p>
<p>Pehobi juga sulit bersikap. Bertahan dengan analog atau pindah ke digital ? Desainer kondang Ivo Cordes di Jerman dan Lou Sassi di Amerika, lebih senang merekayasa layouttracknya ketimbang debat soal systemnya. Apapun kendalinya, kereta akan tetap berjalan di atas rel dan memang itu intinya.</p>
<p>Nambah pede, saya cari reference. Memang tidak satu pun produsen meninggalkan system analog. Sebaliknya, menciptakan DCC yang akrab dengan analog. Quantum Sound berfungsi baik di analog. Lebih ekstrimnya, produsen Broadway Limited dan Precision Craft merilis BlueLine. Loksound tanpa DCC. Mantap. Kertas berisi coretan2 rencana dijital, saya buang.</p>
<p>Meja layout DC saya berukuran 2,6 X 3,8 meter. Tiga lantai. Desain layoutnya, berdasar pada gabungan dua tali laso. Lingkar laso pertama di lantai I. Tali penghubungnya saya olor ke lantai II, menanjak dan menuju lingkaran laso di lantai III. Di satu  tali penghubung itulah yang menjadi jalur running dan pusat station. Selebihnya, bercabang untuk servis area.</p>
<p>Dengan konfigurasi ini, saya  menempatkan jalur stop and go by sinyal (SGS) di lantai I, dua jalur SGS di lantai II – untuk satu rangkaian menghadap ke kanan dan satu lagi menghadap ke kiri sebagai jalur2 station. Satu SGS lagi di lantai III. Ada 4 rangkaian bisa diparkir dan ready to run. Satu rangkaian lagi di jalur servis.</p>
<p>Rangkaian di jalur servis, saya gerakkan ke kanan dan menanjak ke lantai III. Membuka sinyal dan menggerakkan satu rangkaian di jalur SGS. Rangkaian ini berfungsi menutup sinyal dan membuka sinyal jalur SGS di lantai II. Rangkaian di lantai II bergerak ke lantai I dengan tugas yang sama dan sebaliknya. Sekali mengoperasikan trotle, ada 5 rangkaian yang bergerak bergantian di layout ini. Dilihat dari pusat station, rangkaian yang bergerak ke kanan, akan kembali ke titik awal dari kanan juga. Begitu seterusnya.</p>
<p style="text-align: center"><img src="http://www.keretamodel.com/wp-content/uploads/2008/02/iwand_photo_02.jpg" alt="iwand_photo_02.jpg" /></p>
<p>Kalau ada rekan bertandang, saya persilakan duduk di kursi kendali. Melihat gerakan sejak awal dan biasanya terus berkomentar : &#8220;waaaah!..ini dijitel ya ? &#8220;(Iwan D)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.keretamodel.com/analog-atau-digital/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>American Steam Parade Fun Competition</title>
		<link>http://www.keretamodel.com/american-steam-parade-fun-competition/</link>
		<comments>http://www.keretamodel.com/american-steam-parade-fun-competition/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Jan 2008 16:18:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hedwig™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diorama]]></category>
		<category><![CDATA[Kereta Model]]></category>
		<category><![CDATA[big boy]]></category>
		<category><![CDATA[ho american]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[train]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.keretamodel.com/?p=17</guid>
		<description><![CDATA[Sabtu 26 Januari 2008 mungkin dapat menjadi sebuah hari yang cukup istimewa bagi para pecinta kereta api model. Pak Hari Sungkari dengan dukungan oleh Pak Romzy sebagai &#8216;penguasa&#8217; layout Trainz Cafe telah menyelenggarakan sebuah event yang sangat menarik, American Steam Parade.
Pertemuan kali ini sepertinya menjadi sebuah ajang pembuktian bagi para kolektor lokomotif uap untuk menunjukan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sabtu 26 Januari 2008 mungkin dapat menjadi sebuah hari yang cukup istimewa bagi para pecinta kereta api model. Pak Hari Sungkari dengan dukungan oleh Pak Romzy sebagai &#8216;penguasa&#8217; layout Trainz Cafe telah menyelenggarakan sebuah event yang sangat menarik, American Steam Parade.</p>
<p>Pertemuan kali ini sepertinya menjadi sebuah ajang pembuktian bagi para kolektor lokomotif uap untuk menunjukan koleksi kesayangan, selain itu juga menjadi sebuah kompetisi untuk dapat menarik satu rangkaian dengan jumlah lebih dari 20 kereta.</p>
<p>Para modeler telah menganggap layout yang dimiliki oleh Pak Romzy ini memiliki tingkat kesulitan yang cukup tinggi karena dilengkapi dengan tikungan dan tanjakan yang cukup sukar dilalui apabila rangkaian kereta api dibuat dengan cukup panjang.</p>
<p>Siang ini, setidaknya ada 3 lokomotif model &#8220;Big Boy&#8221; dengan sistem DC Digital yang berlaga di layout ini. Sebuah formasi menarik saat dua buah lokomotif Big Boy menarik 26 kereta. Walaupun begitu, rangkaian ini tidak mampu menundukan &#8216;kekejaman&#8217; layoutnya Pak Romzy, sehingga akhirnya beberapa kereta harus dilepas agar schema Big Boy dengan rangkaian kereta barang dapat memutari layout dengan baik.<br />
Tidak kurang Pak Hari S harus merelakan Big Boy Trix nya mengalami kerusakan pada tangga akibat tergelincir dan menyerempet mulut terowongan.</p>
<p style="text-align: center"><img src="http://www.keretamodel.com/wp-content/uploads/2008/01/00krbigboy.jpg" alt="Big Boy Parade" /></p>
<p>Semakin sore semakin banyak modeler yang berdatangan dengan membawa beragam koleksinya, dan menjadikan suasana sore itu semakin menarik karena kita dapat melihat beragam bentuk american model &#8216;berkeliaran&#8217; di sana.</p>
<p>Selain itu, salah satu railfans yang juga gemar membangun sendiri kereta modelnya, Indra Khrisnamurti, menunjukan koleksi terbarunya model kit BR52 dari Trumpeter. Skala statis 1:35 ini juga menarik perhatian para modeler lainnya karena memiliki detail yang sangat baik. Indra sendiri mengatakan bahwa ada beberapa bagian yang dia rubah sendiri untuk dapat disesuaikan dengan lokomotif aslinya, salah satunya adalah perangkat couplernya.</p>
<p style="text-align: center"><img src="http://www.keretamodel.com/wp-content/uploads/2008/01/00krido.jpg" alt="BR52 Trumpeter" /></p>
<p>Tidak kalah juga datang dari rekan-rekan railfans yang tentu saja tidak lupa membawa kereta api khas Indonesia, dan setelah sesi American Steam selesai, layout kembali dikuasai oleh replika rangkaian babaranjang ala Sumatera Selatan.</p>
<p style="text-align: center"><img src="http://www.keretamodel.com/wp-content/uploads/2008/01/00krbabranjang.jpg" alt="Replika Babaranjang" /></p>
<p><em>*babaranjang: kereta batu bara rangkaian panjang.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.keretamodel.com/american-steam-parade-fun-competition/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips membuat layout kereta api model</title>
		<link>http://www.keretamodel.com/tips-membuat-layout-kereta-api-model/</link>
		<comments>http://www.keretamodel.com/tips-membuat-layout-kereta-api-model/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Dec 2007 06:44:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hedwig™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diorama]]></category>
		<category><![CDATA[HO]]></category>
		<category><![CDATA[hobby]]></category>
		<category><![CDATA[Kereta Model]]></category>
		<category><![CDATA[Mainan]]></category>
		<category><![CDATA[miniatur kereta api]]></category>
		<category><![CDATA[Model]]></category>
		<category><![CDATA[tips membuat layout]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.keretamodel.com/?p=11</guid>
		<description><![CDATA[Memiliki layout adalah sebuah dambaan yang selalui diimpikan oleh modelers khususnya pecinta kereta api model. Untuk membuat layout perlu mempertimbangkan lokasi dan ukuran. Semakin luas layout yang dibuat, maka suasana yang dibangun di dalamnya akan semakin realistis.
Tidak semua orang mampu untuk membangun sebuah layout yang luas dan kompleks, sebuah layout sederhana juga dapat menjadi sebuah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Memiliki layout adalah sebuah dambaan yang selalui diimpikan oleh modelers khususnya pecinta kereta api model. Untuk membuat layout perlu mempertimbangkan lokasi dan ukuran. Semakin luas layout yang dibuat, maka suasana yang dibangun di dalamnya akan semakin realistis.<br />
Tidak semua orang mampu untuk membangun sebuah layout yang luas dan kompleks, sebuah layout sederhana juga dapat menjadi sebuah hiasan yang unik di dalam rumah.</p>
<p style="text-align: center"><img src="http://www.keretamodel.com/wp-content/uploads/2008/01/layout_01.jpg" alt="Layout model kereta api indonesia" /></p>
<p>Banyak modeler yang memiliki keterbatasan ruang di dalam rumahnya, mungkin pilihan menggunakan N-Scale dapat menjadi solusi yang baik. Selain ukuran layout dan skala yang digunakan, layout atau diorama dapat lebih menarik lagi jika kita menempatkan thema di dalamnya.</p>
<ol>
<li>Pilihlah thema yang diinginkan, misalnya thema tempo doeloe, thema perkotaan atau thema pegunungan. Pemilihan thema di awal akan memudahkan dalam mengembangkan layout yang diinginkan.</li>
<li>Pilih lokomotif dan kereta yang sesuai dengah thema yang diinginkan. Misalnya rangkaian lokomotif uap akan cocok dengan thema tempo doeloe.</li>
<li>Sesuaikan arsitektur bangunan, pohon dan orang-orang yang akan digunakan. Mencari di internet dapat membantu memperoleh banyak informasi mengenai ini.</li>
<li>Trowongan dan jembatan adalah obyek yang sangat menarik di dalam layout yang sedang dibangun.</li>
<li>Jangan lupa merancang bentuk stasion kereta api disesuaikan dengan thema yang ada.</li>
<li>Siapkan jalan raya, gravel , mobil dan perlintasan kereta api. Jika mengusung thema tempo doeloe sebaiknya mobil dan perlintasan disesuaikan dengan kondisi tempo doeloe.</li>
</ol>
<p style="text-align: center"><img src="http://www.keretamodel.com/wp-content/uploads/2008/01/layout_02.jpg" alt="model jembatan cisomang" /></p>
<p>Semakin banyak detail yang ditonjolkan di sebuah layout, akan membuat layout semakin menarik dan lebih realistis.<br />
Saat ini banyak dijual model bangunan yang sudah jadi. Tetapi banyak orang yang memilih membuat sendiri dengan kayu balsa dan cat agar bangunan dapat disesuaikan dengan thema yang ada. Sebagai tambahan di latar belakang dapat menggunakan gambar-gambar pemandangan yang dicetak di kertas ukuran lebar sebagai tambahan dekorasi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.keretamodel.com/tips-membuat-layout-kereta-api-model/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>56</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
